Warga di Kintamani Sampai Keluarkan Rp 50 Ribu Sehari untuk Beli Air

Kadang jika tak ada kiriman air, mereka sampai mengeluarkan uang Rp 50 ribu untuk membeli air.

Warga di Kintamani Sampai Keluarkan Rp 50 Ribu Sehari untuk Beli Air
Tribun Bali/Fredey Mercury
Warga di Dusun Paselatan, Desa Abang Batudinding, Kintamani ketika menyerbu distribusi air bersih, Senin (14/10/2019). Bagi warga, pembagian air bersih merupakan hal yang paling dinantikan. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Warga Dusun Paselatan, Desa Abang Batudinding, Kintamani, Bangli, berbondong-bondong mengerumuni mobil tangki penampungan air, Senin (14/10/2019).

Mereka berebut mendapat air bersih dengan galon, jeriken hingga ember. Kadang jika tak ada kiriman air, mereka sampai mengeluarkan uang Rp 50 ribu untuk membeli air.

Pembagian air bersih yang dilakukan oleh pihak Lapas Narkotika (Lapastik) Bangli ini berlangsung sejak pukul 11.50 Wita.

Mobil tangki yang baru saja berhenti sontak diserbu oleh warga sekitar, saat mengetahui adanya pembagian air bersih. Bagi warga, pembagian air bersih merupakan hal yang paling dinantikan.

Kelian Dusun setempat, I Gede Ardanata mengatakan, hampir setiap memasuki musim kemarau, wilayah sekitar mengalami kesulitan air bersih.

“Saat ini sudah sekitar bulan keempat kami kesulitan air. Belum lagi musim kemarau ini masih jauh, lagi sekitar empat atau lima bulan baru berakhir,” katanya.

Ardanata tidak memungkiri jika kebutuhan bagi sebagian besar masyarakat, saat ini adalah air. Di samping untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, air bersih juga digunakan untuk kebutuhan ternak.

“Tiang rasa tidak hanya wilayah ini saja, namun juga dusun lain di Desa Abang Batudinding, Abang Songan, dan Suter di wilayah atas, juga kesulitan air,” ucapnya.

Selama empat bulan kesulitan air, pihaknya mengaku sudah dua kali mendapat bantuan dari pemerintah.

Terlepas dari bantuan itu, untuk memenuhi kebutuhan air bersih Ardanata mengatakan warga terpaksa harus membeli air setiap hari.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved