Cegah Bahaya Radikalisme, Kapolda Bali Minta Generasi Muda Cinta dan Paham Empat Pilar Kebangsaan

Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Golose menjadi narasumber seminar bahaya radikalisme dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-67 tahun 2019

Cegah Bahaya Radikalisme, Kapolda Bali Minta Generasi Muda Cinta dan Paham Empat Pilar Kebangsaan
Humas Polda Bali
Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R Golose menjadi narasumber seminar bahaya radikalisme yang digelar dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-67 tahun 2019, yang dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah Bali Barbara Golose, Wakapolda Bali Brigjen Pol I Wayan Sunartha, Rabu (16/10/2019), di Gedung Perkasa Raga Garwia Polda Bali. Cegah Bahaya Radikalisme, Kapolda Bali Minta Generasi Muda Cinta dan Paham Empat Pilar Kebangsaan 

Cegah Bahaya Radikalisme, Kapolda Bali Minta Generasi Muda Cinta dan Paham Empat Pilar Kebangsaan

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Golose menjadi narasumber seminar bahaya radikalisme yang digelar dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-67 tahun 2019, yang dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah Bali Barbara Golose, Wakapolda Bali Brigjen Pol I Wayan Sunartha, Rabu (16/10/2019), di Gedung Perkasa Raga Garwia Polda Bali.

Juga hadir Pejabat Utama Polda Bali, Kapolres/Ta se Bali, Pengurus Bhayangkari Daerah Bali dan siswa/siswi SMA/SMK di Denpasar, serta seluruh Bhayangkari.

Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Golose mengatakan, kasus radikalisme dan terorisme masih menjadi ancaman global, karena mulai orangtua bahkan ASN bisa terpapar paham radikal dan teroris.

Untuk itu, ia meminta generasi muda memahami dan mencintai empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Salah satu upaya menangkalnya adalah melalui kembali kepada konsensus bangsa kita, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujar Irjen Pol Petrus Golose, Rabu (16/10/2019), di Gedung Perkasa Raga Garwia Polda Bali.

Jenderal bintang dua di pundak ini mengungkapkan, sifat multikultur yang sudah melekat di dalam bangsa Indonesia dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika memang terlihat sepele.

Namun, Indonesia sudah membentuk ratusan suku, budaya, bahasa, yang disatukan dalam bangsa Indonesia.

Untuk itu, penting memiliki daya tangkal kuat yang dilakukan oleh orangtua dan anak dengan cara memahami ideologi dan dasar-dasar Negara Republik Indonesia agar generasi muda tidak terpapar radikalisme.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved