Korupsi Pembangunan Ruang Kelas, Beres Divonis Tiga Tahun Penjara & Bayar Uang Pengganti Rp 166 Juta

Beres divonis tiga tahun penjara karena dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pembangunan ruang kelas baru SMA Negeri 1 Atap

Korupsi Pembangunan Ruang Kelas, Beres Divonis Tiga Tahun Penjara & Bayar Uang Pengganti Rp 166 Juta
Tribun Bali/Rizal Fanany
Terdakwa I Nyoman Beres seusai menjalani sidang vonis kasus tindak pidana korupsi pembangunan ruang kelas di SMA Negeri Satu Atap Nusa Penida di Tipikor, Denpasar, Bali, Rabu (16/10/2019). Ia dinyatakan bersalah dan divonis tiga tahun penjara. Korupsi Pembangunan Ruang Kelas, Beres Divonis Tiga Tahun Penjara & Bayar Uang Pengganti Rp 166 Juta 

Selain itu terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 166.061.838,62.

"Dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar paling lambat satu bulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap. Maka harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Jika terdakwa tidak memiliki harta benda yang cukup, diganti dengan pidana penjara selama satu tahun," imbuh Hakim Ketua I Wayan Sukanila.

Diberitakan sebelumnya, perkara korupsi pembangunan empat ruang kelas baru di SMA Negeri Satap Nusa Penida di Desa Tanglad telah didalami Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Klungkung di Nusa Penida sejak Oktober 2018 lalu.

Pihak kejaksaan menetapkan kepala sekolah (kepsek), I Nyoman Beres, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dengan nilai proyek Rp 860 juta lebih tersebut.

Terungkap, uang yang disalahgunakan merupakan dana DAK (Dana Alokasi Khusus) Kementerian Pendidikan tahun 2017, yang dialokasikan melalui Dinas Pendidikan Provinsi Bali senilai Rp 860 juta lebih.

Dana itu dialokasikan untuk pembangunan empat ruang kelas baru yang seharusnya dikerjakan secara swakelola di SMAN Satap Nusa Penida di Desa Tanglad, yang menjadi satu bangunan dengan SMPN 5 Nusa Penida.

Diketahui proyek pembangunan empat ruang kelas baru itu tidak selesai.

Padahal seharusnya bangunan itu sudah rampung tanggal 27 Desember 2017 atau 120 hari masa pengerjaan sejak Agustus 2017.

Bangunan yang dibangun menggunakan DAK Kementerian Pendidikan senilai Rp 860 juta itu, hanya selesai pada pengerjaan pondasinya, dan kerangka tanpa dinding.

Pembangunan dilaksanakan tidak sesuai rencana dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved