Selundupkan Paket Sabu di Saluran Pencernaan, Dua WN Thailand Divonis 16 Tahun Penjara

Dua Warga Negara Asing (WNA) asal Thailand ini divonis karena terbukti menyelundupkan sabu-sabu dengan modus disembunyikan di dalam saluran pencernaan

Selundupkan Paket Sabu di Saluran Pencernaan, Dua WN Thailand Divonis 16 Tahun Penjara
Tribun bali/Rizal Fanany
Prakob Seetasang (30) dan Adison Phonlamat (20) diganjar pidana penjara masing-masing 16 tahun oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Denpasar, Bali, Rabu (16/10/2019). Dua Warga Negara Asing (WNA) asal Thailand ini divonis karena terbukti menyelundupkan sabu-sabu dengan modus disembunyikan di dalam saluran pencernaan. Saat ditangkap oleh petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, kedua terdakwa menyembunyikan sabu-sabu dengan berat masing-masing 528,03 gram brutto dan 554,45 gram brutto atau 1 kilogram. Selundupkan Paket Sabu di Saluran Pencernaan, Dua WN Thailand Divonis 16 Tahun Penjara 

Selundupkan Paket Sabu di Saluran Pencernaan, Dua WN Thailand Divonis 16 Tahun Penjara

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Prakob Seetasang (30) dan Adison Phonlamat (20) diganjar pidana penjara masing-masing 16 tahun oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Denpasar, Bali, Rabu (16/10/2019).

Dua Warga Negara Asing (WNA) asal Thailand ini divonis karena terbukti menyelundupkan sabu-sabu dengan modus disembunyikan di dalam saluran pencernaan.

Saat ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, kedua terdakwa menyembunyikan sabu-sabu dengan berat masing-masing 528,03 gram brutto dan 554,45 gram brutto atau 1 kilogram.

Terhadap putusan majelis hakim, kedua terdakwa yang didampingi alih bahasa Nugroho Asmoro Aji, juga tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar pasrah menerima.

Hal senada juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Terima kasih Yang Mulia. Setelah berdiskusi, kami mewakili para terdakwa menerima putusan ini," ucap Aji Silaban selaku anggota penasihat hukum kepada majelis hakim.

Putusan yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dua tahun dibandingkan tuntutan yang diajukan jaksa.

Majelis hakim memutus lebih ringan karena mempertimbangkan kedua terdakwa telah menyesali dan mengakui terus terang perbuatannya.

Sebelumnya Jaksa Suasti Ariani dalam surat tuntutan melayangkan tuntutan pidana penjara selama 18 tahun terhadap kedua terdakwa tersebut.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved