Soal Dugaan Jebak Nasabah Rp 1 M, Legal PT SGB Bali: Kalau Kami Nakal, Bappebti Langsung Tindak

Pihak PT Solid Gold Berjangka (SGB) yang diduga telah menjebak nasabahnya hingga Rp 1 miliar, mengaku memiliki sejumlah izin operasional.

Soal Dugaan Jebak Nasabah Rp 1 M, Legal PT SGB Bali: Kalau Kami Nakal, Bappebti Langsung Tindak
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Legal PT SGB Cabang Bali Yesi N Sari saat ditemui di kantor SGB di Jalan Merdeka VI Nomor 17-18 Denpasar, Selasa (15/10/2019) sore 

Yesi juga mengaku PT SGB memiliki izin operasional dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Bali.

Ia mengungkapkan, dalam sistem perekrutan nasabah, para calon nasabah memang harus menyetorkan sejumlah uang minimal Rp 100 juta. S

ementara untuk top up berikutnya bisa di bawah Rp 100 juta.

Jumlah minimal uang yang harus disetorkan ini diatur oleh Bappebti, bukan dari pihak PT SGB.

Selain itu, semua risiko, specimen dan agreement juga bukan dibuat oleh PT SGB, namun oleh pihak Bappebti.

"Jadi ketika agreement nasabah kita cocokan dengan peraturan perundang-undangan (dan) peraturan Kepala Bappebti, itu cocok," jelas Yesi.

Selama ini electronic form dikirimkan melalui email calon nasabah.

File hard copy diberikan saat telah sah menjadi nasabah sebagai bukti telah melewati semua tahapan, mulai dari perkenalan wakil pialang hingga proses verifikasi.

Menanggapi protes para nasabah yang dijanjikan bunga dari 5 hingga 10 persen setiap bulan, Yesi mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menjanjikan bunga kepada nasabah karena perusahaan tidak seperti bank yang bergerak di simpan pinjam dan usaha lain yang uangnya menghasilkan bunga.

Perusahaan yang bergerak di bidang berjangka ini melalui proses trading yang bisa saja mendapatkan keuntungan yang tinggi dan juga kerugian yang besar.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved