UPDATE Kasus Sky Garden, Dugaan Penganiayaan Sudah Masuk Tahap Dua

Kasus dugaan tindak pidana pencurian dan kekerasan di tempat hiburan malam Sky Garden hingga saat ini masih terus dilakukan penyelidikan

UPDATE Kasus Sky Garden, Dugaan Penganiayaan Sudah Masuk Tahap Dua
Tribun Bali/Zaenal Arifin
Sebuah mobil rantis milik Brimob Polda Bali terparkir di depan klub malam Sky Garden, Legian, Kuta, Bali, Sabtu (17/8/2019). UPDATE Kasus Sky Garden, Dugaan Penganiayaan Sudah Masuk Tahap Dua 

UPDATE Kasus Sky Garden, Dugaan Penganiayaan Sudah Masuk Tahap Dua

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus dugaan tindak pidana pencurian dan kekerasan di tempat hiburan malam Sky Garden, Jalan Legian, Kuta, Badung, Bali, hingga saat ini masih terus dilakukan penyelidikan.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan mengatakan di lobi Mapolresta Denpasar, Selasa (15/10/2019) kemarin, kasus Sky Garden masih terus diselidiki kepolisian.

"Untuk kasus yang ada di Sky Garden, kami masih melakukan penyelidikan," ujarnya.

Kasus Sky Garden, kata Ruddi, baru dugaan penganiayaan yang berjalan dan kini sudah masuk tahap dua.

"Kasus penganiayaan yang di Sky Garden itu sekarang sudah berjalan ya, sekarang sudah tahap dua karena sudah di kejaksaan," tambah Ruddi.

Diberitakan Tribun Bali ini, Senin (7/10/2019) lalu, penyidik menetapkan tiga tersangka kasus dugaan tindak pidana pencurian dan kekerasan di Sky Garden, yakni pemilik saham 66 persen Titian Wilaras (TW) dan anaknya bernama Pamela Wilaras (PW) serta Yulianne (YR).

Penetapan ketiganya dari hasil penyelidikan laporan Direktur PT ESC Urban Food Station Sky Garden, Brigjen Pol (Purn) Suwarno.

Surat peningkatan status terhadap ketiganya ini berdasarkan surat panggilan yang ditandatangani langsung oleh Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricki Fadlianshah.

Surat itu bernomor SP/107/IX/2019/Reskrim,SP/108/ IX/2019/Reskrim,SP/109/IX/ 2019/Rekrim tertanggal 27 September 2019. 

Namun ketiganya tidak hadir memenuhi panggilan kepolisian dan berdalih tidak sedang berada di Bali.

Pada surat tersebut, ketiganya dijadwalkan dan diminta datang karena akan diperiksa pada Senin 30 September 2019, namun ketiganya tidak hadir.

Sebelumnya, Direktur PT ESC Urban Food Station Sky Garden, Brigjen Pol (Purn.) Suwarno melaporkan adanya tindak pencurian dan kekerasan dengan nomor laporan Polisi bernomor LP/198/VIII/2019/Bali/Resta Denpasar/Polsek Kuta tertanggal 9 Agustus 2019 lalu.

(riz/zae)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved