Waria 'Main Fisik' di Teuku Umar Barat, Diperagakan di Persidangan, Rambut Palsu Nyaris Lepas

Waria 'Main Fisik' di Teuku Umar Barat, Diperagakan di Persidangan, Rambut Palsu Nyaris Lepas

Waria 'Main Fisik' di Teuku Umar Barat, Diperagakan di Persidangan, Rambut Palsu Nyaris Lepas
Tribun Bali/Rizal Fanany
Waria 'Main Fisik' di Teuku Umar Barat, Diperagakan di Persidangan, Rambut Palsu Nyaris Lepas 

Kemudian hakim menanyakan ke terdakwa Putri apakah dirinya ingin meminta maaf.

Putri pun mengangguk dan langsung menghampiri korban Lisa mengulurkan tangan serta memeluk korban Lisa.

Ini membuat rekan terdakwa dan korban yang duduk di kursi pengunjung sidang bersorak.

"Hidup waria" teriak seorang rekan terdakwa dan korban dari kursi pengunjung sidang.

"Minta maaf boleh tapi proses hukum tetap berjalan" ucap korban Lisa.

Keduanya pun kembali berpelukan.

"Kalian kan sudah maaf-maafan, jangan diulangi ya. Senyum dong," goda Hakim Ketua Esthar Oktavi.

Sementara dalam perkara ini, Jaksa GA Surya Yunita memasang dakwaan tunggal terhadap terdakwa Putri.

Disebutkan dalam dakwaan, bahwa terdakwa Putri telah melakukan penganiayaan kepada saksi korban, Sahrudin alias Lisa.

Atas perbuatannya, Putri dikenakan Pasal 351 ayat (1) KUHP.

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved