BMPS Akan Gelar FGD dan Dorong Pemerintah Lakukan Kajian Soal Pembangunan Enam SMA/SMK Baru di Bali

Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Bali menyatakan rencana Pemprov Bali membangun sekolah baru perlu dikaji secara matang

BMPS Akan Gelar FGD dan Dorong Pemerintah Lakukan Kajian Soal Pembangunan Enam SMA/SMK Baru di Bali
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Ketua BMPS Bali, A A Tini Rusmini Gorda (tengah) foto bersama dengan pengurus BMPS Denpasar dan Badung, seusai pernyataan sikap terkait rencana pendirian SMA/SMK baru oleh Pemprov Bali, di Denpasar, Rabu (16/10/2019). BMPS Akan Gelar FGD dan Dorong Pemerintah Lakukan Kajian Soal Pembangunan Enam SMA/SMK Baru di Bali 

BMPS Akan Gelar FGD dan Dorong Pemerintah Lakukan Kajian Soal Pembangunan Enam SMA/SMK Baru di Bali

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Bali menyatakan rencana Pemprov Bali membangun sekolah baru perlu dikaji secara matang, karena kursi di sekolah swasta saat ini belum maksimal terisi.

Ketua BMPS Bali, A A Tini Rusmini Gorda mengatakan, ke depan BMPS akan menggelar Diskusi Kelompok Terfokus (FGD), dan mendorong Pemprov Bali membuat kajian yang sesuai dengan keadaan kabupaten/kota di Bali.

Menurutnya, masalah antara Denpasar dan Karangasem pasti berbeda, sehingga solusinya pun berbeda.

Tini Gorda menyampaikan, yang menjadi masalah bukanlah urusan kursi dalam penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), karena berdasarkan data jumlah tamatan SMP se Bali adalah 60 ribu siswa, sedangkan daya tampung SMA/SMK di Bali adalah 72 ribu kursi, itu artinya masih ada sisa kursi.

Di satu sisi, lanjut dia, rencana ini juga digunakan sebagai stimulan untuk mengoreksi manajemen sekolah-sekolah swasta, apakah dasar pendirian sekolah-sekolah baru itu terkait perbedaan kualitas antara negeri dan swasta.

Prabowo Berulang Kali Menawarkan Sandiaga Uno Agar Kembali Menjabat Wagub DKI

Pohon Semakin Berkurang hingga Alih Fungsi Lahan Jadi Penyebab Defisit Air

“Kalau (kualitas) itu yang menyebabkan harus ada sekolah-sekolah baru, mungkin kami akan apresiasi. Kami akan mengoreksi mungkin (swasta) tidak berkualitas, makanya perlu (sekolah baru) ini,” kata Tini Gorda di Denpasar, Rabu (16/10/2019).

Pihaknya mempertanyakan, selanjutnya sekolah-sekolah swasta ini mau diapakan, karena sekolah swasta berdiri sudah lama dan benar-benar berkomitmen bersama pemerintah ikut mencerdaskan anak bangsa.

Maka dari itu, seharusnya pemerintah, kata dia, berpikir sekolah negeri dan swasta menjadi partner pemerintah.

Memang selama ini sekolah swasta juga mendapat bantuan dari pemerintah, namun tidak setara dengan apa yang diwacanakan orangtua murid, yang menginginkan sekolah murah, bahkan gratis, seperti subsidi yang diberikan pemerintah kepada sekolah negeri.

Halaman
1234
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved