Curi Ayam Betet di Semarapura Kelod, Pria 24 Tahun Ini Sempat Ditunggu Polisi di Perempatan Desa

Ketika kebetulan melintas, kepolisian langsung menyergap pelaku dan menginterogasinya.

Curi Ayam Betet di Semarapura Kelod, Pria 24 Tahun Ini Sempat Ditunggu Polisi di Perempatan Desa
animalsake.com
Ilustrasi Ayam 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - I Wayan Agus Saputra (24) harus mendekam di jeruji beri Polres Klungkung.

Pemuda asal Nusa Penida tersebut ditangkap jajaran kepolisian Sat Reskrim Polres Klungkung, karena mencuri sejumlah uang tunai dan ayam betet milik I Wayan Sarta (41) asal Lingkungan Kemoning, Kelurahan Semarapura Kelod.

Penangkapan tersebut bermula dari laporan Wayan Sarta (41) asal Lingkungan Kemoning, Kelurahan Semarapura Kelod, Selasa (15/10/2019). 

Ia mengaku kehilangan uang tunai Rp 7.350.000,  tiga pecahan uang USD 1 , termasuk seekor ayam betet yang ia pelihara.

"Atas laporan tersebut, tim dari Satreskrim Polres Klungkung yang dipimpin AKP Mirza Gunawan langsung melakukam serangkaian penyelidikan," ujar Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Putu Gede Ardana, Kamis (17/10/2019).

Kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan, dengan memeriksa saksi korban, serta saksi di sekitar TKP. Penyelidikan tidak membutuhkan waktu lama, kepolisian pun berhasil mengantongi ciri-ciri pelaku.

"Setelah mengantongi ciri-ciri dan identitas pelaku, kepolisian langsung melakukan upaya penangkapan," jelas Putu Gede Ardana.

Penangkapan terhadap pelaku dilakukan, Rabu (16/10/2019) sekitar pukul 08.00 Wita.

Petugas kepolisian sengaja menunggu pelaku (Wayan Agus Saputra), melintas di seputaran perempatan Desa Tojan Klungkung.

Ketika kebetulan melintas, kepolisian langsung menyergap pelaku dan menginterogasinya.

"Ketika diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya," jelasnya.

Dari tangan tersangka Agus Saputra, kepolisian mengamankan selembar mata uang USD 1 , 1 unit sepeda motor  Honda Grand dengan nopol DK 4953 CS,  1 unit sepeda motor Honda Vario DK 6130 UO, 1 buah Hp Nokia warna biru, uang tunai sebesar Rp. 3.082.000 dan 1 buah HP warna hitam.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, tersangka dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved