Galakkan Crowdfunding dengan Program CSR Badan Usaha

Dengan gotong royong semua tertolong adalah semboyan singkat BPJS Kesehatan namun memiliki makna yang mendalam.

Galakkan Crowdfunding dengan Program CSR Badan Usaha
BPJS Kesehatan
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, dr. Muhammad Ali dan HRD and GA Manager PT. Inti Dufree Promosindo, Poedji Hartati. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Dengan gotong royong semua tertolong adalah semboyan singkat BPJS Kesehatan namun memiliki makna yang mendalam.

BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tentunya sangat membutuhkan gotong royong dari semua masyarakat Indonesia.

Salah satu bentuk gotong royong yang dapat dilakukan adalah melalui program crowdfunding.

Program crowdfunding merupakan program yang melibatkan partisipasi masyarakat secara perorangan atau Badan Usaha atau lembaga lain melalui kontribusi pendaftaran keluarga yang membutuhkan uluran tangan untuk didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS atau dengan membiayai iuran peserta yang mengalami kesulitan dalam membayar iuran.

Dialah Poedji Hartati (50) yang menjabat sebagai HRD dan General Affair Manager dari PT Inti Dufree Promosindo merupakan salah satu perusahaan swasta di wilayah Kabupaten Badung.

Poedji sudah mendaftarkan perusahaan tempatnya bekerja beserta pekerjanya menjadi peserta JKN-KIS sejak tiga tahun lalu.

“Saya mengetahui program crowdfunding yang dilaksanakan BPJS Kesehatan pada saat kegiatan rekonsiliasi data tempo hari melalui salah satu petugas BPJS Kesehatan Cabang Denpasar,” kenang Poedji.

Secara pribadi Poedji sangat mengapresiasi program crowdfunding dari BPJS Kesehatan.

Oleh karena itu, Poedji pun bersedia memberikan testimoninya dengan harapan apa yang perusahaannya lakukan dapat menginspirasi perusahaan lain untuk peduli sesama melalui program crowdfunding ini.

“Perusahaan tempat saya bekerja sangat mendukung program crowdfunding dari BPJS Kesehatan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan kami mendonasikan sejumlah dana untuk melunasi tunggakan peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang mempunyai keterbatasan dalam pembayaran iuran,” ujar Poedji.

Sejalan dengan Poedji, Margareta Susi (42) rekan kerja Poedji juga sangat mendukung program ini.

Margareta adalah salah satu peserta dengan pemikiran positif bahwa di dalam program JKN-KIS sudah seharusnya peserta yang sehat membantu peserta yang sakit.

“Jika banyak peserta sehat yang berkenan bergotong royong dengan mendonasikan dananya untuk peserta lain yang membutuhkan, tentunya akan sangat membantu keberlangsungan program JKN-KIS yang manfaatnya sangat luar biasa dan sudah dirasakan oleh banyak orang,” ungkap Margareta.

Margareta berharap dukungan perusahaannya ini dapat turut serta menjaga kesinambungan finansial program JKN-KIS.

Gotong Royong melalui program crowdfunding adalah bentuk kepedulian nyata dari donatur kepada peserta JKN-KIS yang membutuhkan demi mewujudkan jaminan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi kepada seluruh penduduk Indonesia. (*)

Editor: Widyartha Suryawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved