Lestarikan Permainan Tradisional, Siswa PAUD Kartini Kukuh Bermain  “Goak Ngemaling Taluh”

Taluh yang dimakan lalu dikeluarkan, peserta permainan kemudian menghitungnya. Siapa yang terbanyak mendapatkan taluh, dialah pemenangnya.

Lestarikan Permainan Tradisional, Siswa PAUD Kartini Kukuh Bermain  “Goak Ngemaling Taluh”
Desa Kukuh
Suasana saat siswa PAUD Kartini Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan sedang memainkan permainan Goak Ngemaling Taluh, Kamis (17/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Siswa PAUD (Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak) Kartini Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, tetap melestarikan permainan tradisional atau plalianan.

Salah satunya adalah permainan “goak ngemaling taluh” (gagak mencuri telur) yang dilaksanakan, Kamis (17/10/2019) langsung dipandu oleh seorang pegawai Dinas Pendidikan Tabanan.

Selain itu, sekolah PAUD bernuansa Hindu yang digagas Pemerintah Desa Kukuh ini juga kerap melaksanakan kegiatan lainnya seperti beryoga, masatua Bali,  

Perbekel Desa Kukuh, I Made Sugianto mengatakan, setiap Wraspati atau hari Kamis para siswa PAUD (Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak) Kartini Kukuh diajak belajar dan bermain nuansa Hindu.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap hari Kamis. Selain meplalianan (bermain), juga diajak belajar mabusana, mabasa Bali, dan juga diisi kegiatan masatua Bali.

“Jika sempat, saya datang ke sekolah untuk masatua Bali. Agar anak-anak tertarik, saya lengkap bawa proyektor untuk menampillkan gambar,” ungkap Sugianto.

Ia menceritakan, sebagai pecinta bahasa Bali, Sugianto sejak awal pengabdian sebagai perbekel sudah menggagas PAUD bernuansa Hindu dan cakap berbahasa Bali.

Bank Bukopin Gelar Kegiatan Edukasi Laku Pandai Festival Klungkung Serunya Nabung

Proyek DNA, Menelusuri Asal-usul Orang Indonesia Sesungguhnya

Hal itu diawalinya dengan membangun gedung sekolah untuk Kelompok Bermain dan TK. Karena sejak tahun 1976, Desa Kukuh terpasana meminjam sarana gedung SD setempat untuk sekolah TK.

“Astungkara, tahun ini kami sudah punya sendiri dengan dana desa. Kami membangun di lahan milik Desa Adat Kukuh,” ungkapnya.

Setelah terwujud, kata dia, kerap meminta bantuan teman-temannya untuk mengisi kegiatan pada setiap Rainan Wraspati atau hari Kamis.

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved