Polisi Tetapkan Dokter Ini sebagai Tersangka Penganiayaan Ninoy, Pengacara Bantah Kliennya Terlibat

Babak baru kasus penganiayaan pegiat media sosial yang juga relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, polisi kini menetapkan salah seorang dokter sebagai

Polisi Tetapkan Dokter Ini sebagai Tersangka Penganiayaan Ninoy, Pengacara Bantah Kliennya Terlibat
Tribunnews.com/Fahdi Pahlevi
Ninoy Karundeng. Korban culik Ninoy Karundeng tampak meladeni pertanyaan wartawan seputar kasus dugaan penculikan dirinya. Ninoy Karundeng mengaku mendengar bahwa orang yang dipanggil habib tersebut menunggu ambulans datang. Ninoy Karundeng juga mendengar bahwa mayat dirinya akan dibuang di tengah-tengah aksi unjuk rasa. Namun, Ninoy Karundeng akhirnya dilepaskan sang penculik dengan wajah babak belur. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA -  Babak baru kasus penganiayaan pegiat media sosial yang juga relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, polisi kini menetapkan salah seorang dokter sebagai tersangka.

Penetapan tersangka ini juga membuka fakta baru terkait kasus penculikan dan penganiyaan yang dialami oleh Ninoy Karundeng

Dokter berinisial IZH pun kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya. 

Dilansir via Kompas.com, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan bahwa seorang dokter berinisial IZH telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penculikan dan penganiayaan pegiat media sosial yang juga relawan Joko Widodo saat Pilpres 2019, Ninoy Karundeng.

"Iya benar, ada nama itu (dokter IZH sebagai tersangka)," ujar Argo saat dikonfirmasi, Kamis (17/10/2019).

Saat ini, dokter IZH tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.

Sementara itu, Argo belum menjelaskan secara detail terkait peran dokter tersebut dalam penganiayaan Ninoy.

"Untuk perannya, saya belum mendapatkan informasi," kata Argo.

Ini Jawaban Ninoy Terkait Surat Pernyataan Mengaku Diselamatkan yang Viral di Media Sosial

Dikonfirmasi terpisah, pengacara dokter IZH, Gufroni menegaskan kliennya tidak terlibat dalam penganiayaan Ninoy.

Kala itu, pada tanggal 30 September 2019, dokter IZH hanya membantu mengobati Ninoy dan para demonstran yang terkena gas air mata .

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved