150 Peserta Ikut Pembinaan Wawasan Kebangsaan, Korem 163/ Wirasatya Bentuk Masyarakat Berkarakter

Jajaran Korem 163/Wira Satya secara rutin menggelar pembinaan wawasan kebangsaan untuk membentuk masyarakat berkarakter

150 Peserta Ikut Pembinaan Wawasan Kebangsaan, Korem 163/ Wirasatya Bentuk Masyarakat Berkarakter
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Pembinaan - Suasana pembinaan wawasan kebangsaan untuk membentuk masyarakat yang berkarakter guna mewujudkan rasa cinta tanah air dan mempererat Kebhinekatunggalikaan dalam menjaga keutuhan NKRI di Aula Makorem 163/ Wira Satya, Denpasar, Bali, Jumat (18/10/2019). 150 Peserta Ikut Pembinaan Wawasan Kebangsaan, Korem 163/ Wirasatya Bentuk Masyarakat Berkarakter 

150 Peserta Ikut Pembinaan Wawasan Kebangsaan, Korem 163/ Wirasatya Bentuk Masyarakat Berkarakter

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Jajaran Korem 163/Wira Satya secara rutin menggelar pembinaan wawasan kebangsaan untuk membentuk masyarakat berkarakter, guna mewujudkan rasa cinta tanah air dan mempererat kebhinekatunggalikaan dalam menjaga keutuhan NKRI.

Kegiatan ini menjadi program triwulan keempat tahun anggaran 2019 dengan melibatkan 150 peserta, yang berlangsung di Aula Makorem 163/ Wira Satya, Denpasar, Bali, Jumat (18/10/2019).

Kegiatan ini tidak saja melibatkan unsur TNI, namun juga melibatkan pelajar dari SMK Wira Bhakti, tokoh agama, masyarakat dan masyarakat yang tergabung dalam penggerak subak.

Adapun tiga narasumber yang berkesempatan menyampaikan padandangannya terkait wawasan kebangsaan, antara lain Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, Letda CKm (Kowad) dr Widi Surya dari Kesdam IX/Udayana dan Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia.

PSS Sleman Tekuk Kalteng Putra, Persela Lamongan Terkapar di Kandang Sendiri

Sutuasi Politik di Catalunya Makin Memanas, Federasi Sepak Bola Spanyol Tunda Laga El Clasico

Dalam kesempatan itu, Agung Sudarsana memaparkan tentang empat konsensus kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD Negara RI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang harus dipedomani oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, wawasan kebangsaan ini penting bagi masyarakat dan generasi muda Indonesia agar sejak dini mengetahui apa itu persatuan dan kesatuan bangsa.

"Penting diketahui tahapan berdirinya bangsa Indonesia dari masa pra sejarah, sejarah, hingga kebangkitan nasional 1908, ikrar Sumpah Pemuda tahun 1928 sampai dengan kemerdekaan 17 Agustus 1945. Masyarakat harus mengetahui bahwa dinamika dan tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara sangat kompleks sampai pada era saat ini," ujar Agung Sudarsana.

Pembicara kedua, dr Widi Surya memaparkan tentang seks bebas dan bahayanya.

Ia mengungkapkan, 15 persen generasi muda di Indonesia telah melakukan hubungan seks dini atau pra nikah, dalam usia yang masih berstatus pelajar.

Terlibat Cekcok Sebelum Peristiwa Penusukan, Rudianto Emosi Dengar Halima Ucapkan Kalimat Ini

Halima Tewas dengan 14 Luka Tusuk, Hasil Otopsi: Luka Tusuk di Perut Kiri Mengenai Hati

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved