BPJS Kesehatan Denpasar

Agus Setiawan Pastikan Setiap Pegawai Dilindungi JKN-KIS

Perusahaan tempat Agus bekerja sangat peduli akan kesejahteraan pekerjanya dengan mendaftarkan perusahaan dan seluruh pekerja menjadi peserta JKN-KIS

Agus Setiawan Pastikan Setiap Pegawai Dilindungi JKN-KIS
BPJS Kesehatan Denpasar
Agus Setiawan, HRD PT Para Bali Propertindo. Agus Setiawan Pastikan Setiap Pegawai Dilindungi JKN-KIS 

Agus Setiawan Pastikan Setiap Pegawai Dilindungi JKN-KIS

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memerlukan kontribusi dari semua segmen kepesertaan, salah satu segmen kepesertaan JKN-KIS yang memiliki kontribusi dalam keberlangsungan program ini adalah segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

Dialah Agus Setiawan yang akrab disapa Agus adalah seorang HRD di PT Para Bali Propertindo, yang bergerak di bidang perhotelan dengan ratusan pekerjanya di Kabupaten Badung.

Perusahaan tempat Agus bekerja sangat peduli akan kesejahteraan pekerjanya dengan mendaftarkan perusahaan dan seluruh pekerja beserta keluarganya menjadi peserta JKN-KIS.

Agus adalah peserta JKN-KIS yang status kepesertaannya selalu aktif, mulai dari sebagai tanggungan orangtua yang bekerja, hingga saat ini sebagai peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

“Perusahaan tempat kami bekerja sudah memberikan hak jaminan kesehatan bagi seluruh pekerja dengan mendaftarkannya menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2016,” ucap Agus di awal wawancara.

Agus juga menambahkan, salah satu keunggulan program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan dibandingkan dengan asuransi swasta lainnya, yaitu program ini dapat menjamin semua biaya pelayanan kesehatan sampai tuntas asalkan sesuai dengan indikasi medis.

“Salah satu pekerja kami pernah sangat terbantu dengan adanya program JKN-KIS dalam pengobatan orangtuanya yang mengidap penyakit gagal ginjal, dan mengharuskannya untuk melakukan cuci darah setiap minggu dan sampai akhir hayatnya ditanggung JKN-KIS,” kenang Agus.

Agus juga mengatakan secara pribadi sangat tidak keberatan jika penghasilannya setiap bulan dipotong untuk membayar iuran JKN-KIS.

Jumlah iuran yang dibayarkan sangat tidak sebanding dengan manfaat yang dirasakan, karena sebagai makhluk sosial sudah sewajarnya peserta yang sehat membantu peserta yang sakit.

Hal ini sejalan dengan prinsip dari BPJS Kesehatan selaku penyelenggara program JKN-KIS yaitu dengan gotong royong semua tertolong.

“Saya berharap semua badan usaha akan mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta JKN-KIS karena kepesertaan JKN-KIS sangat bermanfaat, menjadi peserta JKN-KIS juga bersifat wajib bagi seluruh penduduk Indonesia dan sebagai bentuk proteksi dini sebelum sakit datang,” pungkas pria berusia 24 tahun ini.

(*)

Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved