Bunuh Diri di Gudang Toko, Theo Putus Asa pada Penyakitnya

Seorang karyawan toko bangunan ditemukan meninggal gantung diri pada gudang toko.

Bunuh Diri di Gudang Toko, Theo Putus Asa pada Penyakitnya
Polres Bangli
Polisi saat melakukan olah TKP di depan kamar Theo, Jumat (18/10/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Seorang karyawan toko bangunan ditemukan meninggal gantung diri pada gudang toko.

Usut punya usut, pria bernama Jack Theo Pilus itu diduga putus asa lantaran penyakit yang tak kunjung sembuh.

Informasi yang dihimpun, tindakan nekat pria 37 tahun itu diketahui pada Jumat (18/10/2019) sekitar 7.20 Wita.

Bermula saat pekerja lainnya bernama Kadek Astika, hendak membawakan sarapan berupa bubur untuk Theo.

Namun, pria 35 tahun itu justru mendapati rekan kerjanya dalam keadaan tergantung, di gudang toko bangunan wilayah Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Bangli.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Daftar Lengkap Harta Kekayaan 14 Artis Yang Menjadi Anggota DPR RI, Ada Yang Capai Rp 90 Miliar

103 Seniman Rupa Akan Ikuti Pameran Bali Megarupa, Angkat Tema Tanah, Air dan Ibu

Berdasarkan keterangan saksi Kadek Astika, ungkapnya, Theo yang hendak dikirimi sarapan kala itu, tidak menyahut saat dipanggil berulang kali melalui pintu belakang gudang, yang juga sebagai tempat tinggalnya.

"Karena tidak menyahut, akhirnya saksi masuk melalui pintu gerbang yang pada saat itu tumben tidak terkunci. Begitu masuk gudang, saksi sudah melihat korban dalam keadaan tergantung di kusen pintu kamar," terangnya.

Mendapati hal tersebut, Kadek Astika langsung menghubungi Made Sujana selaku pemilik toko bangunan itu, serta melaporkan pada kepolisian.

Ketua PHDI Badung Dukung Pelantikan Presiden dan Wapres serta Tolak Unjuk Rasa Anarkis dan Terorisme

Pertama Kali Diadakan, Angkasa Pura I Umumkan Pemenang Program Undian Eat, Shop, Fly Periode I

AKP Sulhadi menambahkan korban diketahui mengalami sakit mata, hingga sampai operasi mata. Ia juga menderita sakit ginjal sejak 5 tahun, dan sampai saat ini masih dalam tahap berobat jalan.

"Berdasarkan olah TKP, kami menemukan obat-obatan, berkaitan dengan sakit yang diderita korban. Sedangkan dari pemeriksaan oleh petugas medis, kuat dugaan korban meninggal akibat gantung diri. Ini mengingat ditemukan cairan sperma yang diduga keluar dari kelamin korban. Mengenai motifnya, diduga korban merasa putus asa karena sakit yang tidak kunjung sembuh, sehingga nekat mengakhiri hidup," tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved