Halima Tewas dengan 14 Luka Tusuk, Hasil Otopsi: Luka Tusuk di Perut Kiri Mengenai Hati
Pelaku yang emosi menusuk korban hingga menderita 14 luka tusuk dan meninggal karena luka tusuk di perut mengenai hati
Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Irma Budiarti
Halima Tewas dengan 14 Luka Tusuk, Hasil Otopsi: Luka Tusuk di Perut Kiri Mengenai Hati
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus penusukan terjadi di Pasar Kereneng, Denpasar, Bali pada Selasa (15/10/2019) malam menewaskan seorang perempuan kelahiran Probolinggo, 1 Juli 1992 yang bernama Halima.
Korban beralamat di Dusun Karang Tengah Selatan RT 014 RW 006, Desa Roto Kecamatan Krucil, Probolinggo, Jawa Timur.
Adapun polisi telah menetapkan Rudianto (40) laki-laki kelahiran Sampang 10 Juli 1981 yang bekerja sebagai buruh bangunan sebagai tersangka.
Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono pada konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Jumat (18/10/2019) mengatakan motif pelaku karena sakit hati dan cemburu.
Pelaku yang emosi menusuk korban yang merupakan istri sirinya hingga menderita 14 luka tusuk.
"Hasil visum terdapat 14 luka tusuk. Berdasarkan hasil otopsi, yang mengakibatkan kematian diidentifikasi adalah luka tusuk pada perut kiri yang mengenai hati dan menimbulkan pendarahan," ujar Benny.
Dijelaskan Benny, luka tusuk yang dialami korban yaitu 3 luka tusuk di punggung, 1 luka tusuk di dada kanan, 1 luka tusuk di dada kiri, 6 luka tusukdi perut, 2 luka tusuk di paha kiri depan, dan 1 luka tusuk di paha kiri belakang.
Pisau dapur yang digunakan pelaku diketahui berbahan stainless sepanjang 30 sentimeter dengan gagang kayu yang dibeli di Pasar Kembang Surabaya seharga Rp 45 Ribu.
(*)