Merasa Aktivitasnya Terkekang di Tanah Milik Sendiri, Pemilik Kandang Babi Minta Kompensasi

Permasalahan peternak babi vs hotel belum rampung, peternak babi minta kompensasi karena dianggap mengekang memanfaatkan tanahnya

Merasa Aktivitasnya Terkekang di Tanah Milik Sendiri, Pemilik Kandang Babi Minta Kompensasi
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Peternak babi, I Nyoman Suastawa saat rapat di Kesbangpol Gianyar, Gianyar, Bali, terkait permintaan kompensasi kepada pihak hotel, Jumat (18/10/2019). Merasa Aktivitasnya Terkekang di Tanah Milik Sendiri, Pemilik Kandang Babi Minta Kompensasi 

Merasa Aktivitasnya Terkekang di Tanah Milik Sendiri, Pemilik Kandang Babi Minta Kompensasi

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Permasalahan peternak babi vs hotel di Banjar Susut, Payangan, Gianyar, Bali, rupanya belum berakhir 100 persen.

Peternak babi kali ini meminta saran ke Kesbangpol Gianyar, untuk difasilitasi supaya mendapatkan pengganti atas susuatu yang dinilai telah mengekang kebebasannya beraktivitas di tanahnya sendiri.

Dalam penyelesaian kasus di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar beberapa bulan lalu, peternak babi, Nyoman Suastawa yang sempat dituntut Rp 2,9 miliar, telah memenuhi permintaan Nandini Jungle & Resort untuk memindahkan kandangnya.

Namun kini Suastawa menilai hal tersebut mengekangnya dalam memanfaatkan tanahnya.

Dia pun meminta Kesbangpol Gianyar, mencarikan solusi agar bisa mendapatkan kompensasi dari pihak hotel.

Permintaan tersebut disampaikan peternak dalam rapat di Kesbangpol Gianyar, Gianyar, Bali, Jumat (18/10/2019), yang dihadiri Humas PN Gianyar, Wawan Edi Prastiyo, anggota DPRD Gianyar, I Nyoman Kandel hingga prajuru Banjar Susut.

Patrianus Meninggal Diduga Karena Keracunan Metanol Padahal Baru Bergelar Sarjana Pertanian di Bali

SK Penlok Bendungan Tamblang Direvisi, Pembangunan Baru Mulai 2020 Mendatang

Namun dari pihak hotel tidak hadir.

Suastawa mengusulkan supaya mendapatkan kompensasi berupa uang pemupukan per bulan, senilai Upah Minimum Provinsi (UMP).

Humas PN Gianyar, Wawan Edi Prastiyo menegaskan, permintaan kompensasi harus rasional, logis dan pantas, supaya tidak berujung ke pemerasan.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved