Patrianus Meninggal Diduga Karena Keracunan Metanol Padahal Baru Bergelar Sarjana Pertanian di Bali

Ia mengungkapkan bahwa temannya itu baru saja diwisuda di salah satu universitas yang ada di Bali.

Patrianus Meninggal Diduga Karena Keracunan Metanol Padahal Baru Bergelar Sarjana Pertanian di Bali
TRIBUN BALI/M. FIRDIAN SANI
Ambulan yang mengangkut jenazah mahasiswa asal Flores di RSUP Sanglah, Jumat (18/10/2019) 

"Berdasarkan analisis dan informasi yang didapat itu, ada sekelompok remaja minum-minum, itu sekitar 4 hari yang lalu. Dan kemudian mulai kemarin ada gejala-gejala yang menunjukkan keracunan," ujarnya.

Jumlah mereka adalah 10 orang dan beberapa orang menunjukkan tanda keracunan.

"Jadi sampai saat ini ada 6 pasien yang masuk ke RSUP Sanglah karena kita curigai keracunan metanol karena sebelumnya ada riwayat minum-minum alkohol sebelumnya," jelasnya.

Dua orang meninggal dan sisanya masih dalam perawatan di IGD RSUP Sanglah.

"Yang masuk ke rumah sakit Sanglah ada 6, yang satu langsung meninggal, yang satunya lagi dirawat di rumah sakit lain, masuk kemarin subuh juga meninggal. Sementara yang masih dirawat itu ada 4 orang di IGD RSUP Sanglah, dan dan itu juga menunjukkan adanya gejala-gejala keracunan metanol," ucapnya.

Dokter Alit mengatakan jika gejala yang mereka alami berupa mual, bahkan ada yang langsung pingsan.

Namun demikian, dokter Alit mengatakan kondisi keempatnya masih stabil.

"Yang masih dirawat di sini ada YM, YB, PK, dan AA, dan semua dari NTT," katanya. (*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved