Terlibat Cekcok Sebelum Peristiwa Penusukan, Rudianto Emosi Dengar Halima Ucapkan Kalimat Ini

Halima menderita 14 luka tusuk dan dinyatakan meninggal dunia karena luka tusuk di perut

Terlibat Cekcok Sebelum Peristiwa Penusukan, Rudianto Emosi Dengar Halima Ucapkan Kalimat Ini
Tribun Bali / Ahmad Firizqi Irwan
Polresta Denpasar, Jum'at (18/10/2019) merilis kasus penusukan yang terjadi di Kreneng, Denpasar, Bali beberapa waktu lalu hingga membuat korbannya meninggal usai ditusuk di bagian punggung. Terlibat Cekcok Sebelum Peristiwa Penusukan, Rudianto Emosi Dengar Halima Ucapkan Kalimat Ini 

"Dia bilang sendiri kalau nikah lagi. Saya sudah suruh dia pulang biar saya transfer uangnya, dia bilang itu kan uang saya kirim, terserah kalau saya mau nikah," ujar pelaku.

Rudianto mengatakan tidak ada niat membunuh korban, ia justru merencanakan pembunuhan Sholehudin atau Wawan.

"Saya tidak ada tujuan buat membunuh yang perempuan, tapi ke yang lakinya, Wawan orang Jember. Pas cekcok itu karena dia nikah lagi sama Wawan, secara siri. Dia bilang 'ya langkahi dulu mayat saya'. Saya kenal dia di tempat kerja di Bali," jelasnya.

Pelaku pun kesal dan emosi dengan ucapan korban yang mengatakan 'ya langkahi dulu mayat saya', selanjutnya pelaku mengambil pisau yang sudah ia bawa dan disimpan di jok motor.

Sebelum janjian bertemu di Kreneng, pelaku menanyakan tempat tinggal korban, dijawab di Pecatu dan Sedap Malam.

Dua Pemuda Manggarai NTT Tewas Setelah Miras, Begini Penjelasan Lengkap Forensik RSUP Sanglah

Empat Subak di Bangli Sudah Terapkan Pertanian Organik

Namun ketika dicari di Sedap Malam, ternyata korban tidak ada di sana.

"Saya sebelumnya tanya, kamu di mana tinggal sekarang? Dia bilang di Pecatu, terus bilang lagi di Sedap Malam. Saya malam-malam meluncur ke Sedap Malam, tapi ternyata bukan tempatnya. Akhirnya janjian di Kreneng, Denpasar," tambahnya.

Diungkapkan Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono, korban datang ke lokasi kejadian seorang diri.

"Korban datang ke lokasi sendiri. Memang ditelepon korban untuk diajak ketemuan, terus cekcok, pelaku ngambil pisau lalu melakukan aksinya. Motifnya cemburu," tambahnya.

Pelaku yang saat ini tinggal di Probolinggo, datang ke Bali untuk memastikan pernikahan siri korban.

"Dia pernah di sini atau tinggal di sini, namanya pekerjaan bangunan jadi sudah selesai terus pulang. Ya intinya motif pelaku cemburu, lalu ke Bali untuk mencari korban," tuturnya.

(*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved