Cerita di Balik Hajatan Nikah Keluarga Janda Diboikot Warga Gara-gara Beda Pilihan Pilkades

Saat itu, tak ada seorang pun warga di desanya hadir dalam hajatan tersebut. Hal itu membuat Tini, panggilan akrab Suhartini, bertanya-tanya.

Cerita di Balik Hajatan Nikah Keluarga Janda Diboikot Warga Gara-gara Beda Pilihan Pilkades
Instagram
Hanya karena beda Pilkades, pernikahan janda di Sragen diboikot oleh warga sedesa. 

TRIBUN-BALI.COM - Gara-gara beda pilihan saat pemilihan kepala desa, Suhartini (50), warga RT 013 Desa Jetak, Kelurahan Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah, diboikot warga saat menggelar hajatan pernikahan anaknya.

Saat itu, tak ada seorang pun warga di desanya hadir dalam hajatan tersebut. Hal itu membuat Tini, panggilan akrab Suhartini, bertanya-tanya.

Ngaku Janda Tapi Suami Sah Mendadak Muncul, Pernikahan Ini Pun Batal Sampai Viral di WhatsApp (WA)

Menurut salah satu anggota keluarga Tini, sebelum acara hajatan, ada warga yang berteriak-teriak dan diduga menghasut untuk tidak datang membantu persiapan hajatan dan hadir dalam acara hari H.

Meskipun diboikot, menurut salah satu kerabat, acara hajatan berjalan lancar karena dibantu oleh warga dari desa lain.

Menurut Kasi Pemerintahan Pj Kades Hadiluwih, Iwan Budiyanto, permasalahan yang keluarga Suhartini sudah diselesaikan bersama dengan ketua RT setempat.

Menurutnya ada miskomunikasi terkait indikasi beda pilihan pilkades yang digelar pada bulan September lalu.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Siti:

Ibu saya bukan kader, kok terkena imbasnya Siti, anak Tini, mengaku sempat kecewa dengan sikap warga terhadap ibunya.

Ibunya yang tak tahu apa-apa soal pilkades justru dijadikan korban sampai tidak ada warga yang mau datang membantu acara hajatan. "Mamak saya itu salahnya di mana. Kok mamak saya yang diikut-ikutkan?" tanya Siti. "Mamak saya itu bukan kader dan bukan tim sukses dari calon mana pun. Kenapa dikucilkan seperti itu," katanya. Baca juga: Beda Pilihan Pilkades, Hajatan Seorang Warga Diboikot, Tak Ada yang Datang

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved