Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (FMI) XII, Peserta Bidik Kawasan Heritage Denpasar

Peserta antusias mengikuti serangkaian kegiatan Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (FMI) XII yang digelar di Kawasan Heritage Denpasar.

Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (FMI) XII, Peserta Bidik Kawasan Heritage Denpasar
Tribun Bali/Rizal Fanany
Seorang peserta Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia XII sedang melakukan pemotretan di pasar tradisional di Kawasan Heritage Denpasar, Jumat (18/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Titin Fredriksz antusias mengikuti serangkaian kegiatan Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (FMI) XII yang digelar di Kawasan Heritage Denpasar, Jumat (18/10/2019).

Mahasiswi dari Universitas 45 Surabaya ini mengaku sangat senang mengikuti kegiatan yang dihelat setiap tahun.

Titin yang tergabung dalam UKM Fotografi CIPS ini mengatakan sangat menunggu momen Jambore yang diadakan di Bali.

"Momen ini saya tunggu-tunggu. Baru kali ini ke Bali dan ingin mengabadikan aktivitas warga dan budaya yang ada di Bali,” ungkapnya.

Awalnya Titin sering dijadikan model oleh teman-temannya yang hobi fotografi. Namun lambat laun ia justru ingin menekuni dunia fotografi.

"Dulu sejak SMA aku sering dijadiin model sama temen-temen. Eh kok malah aku pengen motret juga. Pengen jadi fotografer,” katanya.

Hunting foto serangkaian kegiatan ini dilaksanakan on the spot pada 17 Oktober 2019 mulai pukul 14.00 – 17.30 Wita dengan mengambil lokasi di kawasan Zone Z Heritage Kota Denpasar yakni Kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Kartini, Museum Bali, Taman Kumbasari, Tukad Badung, kawasan Pecinan Jalan Kartini, dan Kawasan Jalan Sulawesi Kota Denpasar.

Dari pelaksanaan Jambore ini akan ditetapkan Juara I, II, III dan 10 Juara Harapan. Selain itu, hadiah karya foto terbaik juga akan diberikan kamera Lumix G9.

Sementara 60 karya foto terbaik akan dipamerkan pada Pembukaan Denpasar Festival XII Tahun 2019.

Peserta Jambore Fotografi Nasional ini tidak kurang dari 500 peserta dari seluruh Indonesia seperti dari Yogyakarta, Ternate, Cirebon, Bandung, Makasar, Surabaya, Aceh hingga Papua.

Peserta lainnya yang merupakan mahasiswa ISI Surakata, Risqi Qadarsyah juga mengaku senang dapat mengikuti kegiatan fotografi di Bali.

Hal ini mengingat Bali, khususnya Denpasar memiliki karakter daerah yang hampir sama dengan Surakarta di mana kawasan heritage menjadi primadona.

“Iya sangat bagus dan banyak sekali pilihannya. Namun untuk menciptakan karya terbaik kita harus memilih salah satu, dan semoga dapat menghasilkan karya foto terbaik,” jelasnya. (*)

Penulis: Rizal Fanany
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved