Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Air Tukad Bindu Mengandung Merkuri hingga Timbal, WWF Sebut Perlu Uji Lab Lebih Lanjut

Saat dilaksanakan uji elektrolisa didapat hasil yakni air Tukad Bindu mengandung arsenik, merkuri, cooper, timbal, maupun sodium.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Tim penguji melakukan uji kualitas air dalam rangkaian kegiatan Roadshow World River Day di Tukad Bindu, Denpasar, Sabtu (19/10/2019). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya air dalam kehidupan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - World Wildlife Fund (WWF) menggelar uji kualitas air Tukad Bindu, Denpasar, Sabtu (19/10/2019).

Saat dilaksanakan uji elektrolisa didapat hasil yakni air Tukad Bindu mengandung arsenik, merkuri, cooper, timbal, maupun sodium.

Menurut penguji, Putra Bagus Panji bahaya kandungan logam ini terhadap kesehatan manusia itu tergantung kadarnya.

"Bahayanya tergantung kadar, kalau terkontaminasi logam berat dia stay di tubuh kita, ada beberapa gangguan seperti saraf. Namun untuk batas amannya, biasanya ada peraturan baku mutu," katanya di sela acara bertajuk Ada Apa dengan Air? yang digelar WWF dalam rangka Hari Air Sedunia di Tukad Bindu, Denpasar, Sabtu (19/10/2019) sore.

Ia menambahkan, untuk mengetahui kadar kandungan logam tersebut memang harus dilakukan uji lab lebih lanjut.

"Kalau dari sini hanya indikatornya saja, dan untuk kadarnya harus ke lab, karena ada uji lanjutan lagi," paparnya.

Dijelaskannya, salah satu rangkaian acara yang digelar yakni pengujian kualitas air dengan tiga uji yakni uji PH (derajat keasaman), uji elektrolisa serta uji mikroba.

Dalam pengujian tersebut, diuji kandungan air dari beberapa sumber yakni air Sungai Ciliwung, air tambak lele, dan juga air Tukad Bindu.

Khusus untuk Tukad Bindu, dari pengujian PH dengan menggunakan kertas lakmus diketahui hasilnya yakni netral.

Begitupun saat pengujian kandungan mikroba dengan mikroskop juga tak ditemukan kandungan mikroba.

Sementara itu, dari hasil pengujian kualitas air pada Maret 2019 kemarin yang Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar diketahui bahwa air Tukad Bindu keruh.

Tim penguji melakukan uji kualitas air dalam rangkaian kegiatan Roadshow World River Day di Tukad Bindu, Denpasar, Sabtu (19/10/2019). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya air dalam kehidupan.
Tim penguji melakukan uji kualitas air dalam rangkaian kegiatan Roadshow World River Day di Tukad Bindu, Denpasar, Sabtu (19/10/2019). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya air dalam kehidupan. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Pengukuran kualitas air ini dilaksanakan dengan mengacu pada Peraturan Gubernur No 16 Tahun 2016 tentang baku mutu lingkungan hidup dan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

Untuk sungai dilakukan pengujuan pada 31 titik di 11 sungai yang meliputi Tukad Mati, Tukad Teba, Tukad Badung, Tukad Ayung, Tukad Guming, Tukad Ketapian, Tukad Bindu, Tukad Rangda, Tukad Punggawa, Tukad Loloan, dan Tukad Ngenjung.

Dari pengujian pada 31 titik tersebut, dilihat dari warna air hanya satu titik yang masuk kategori jernih yakni hilir Tukad Punggawa, dua titik agak keruh yakni tengah Tukad Rangda dan hilir Tukad Ngenjung, sisanya masuk kategori keruh.

Sungai Percontohan
PLASTIC Free Ocean Program WWF, Ratih Permitha Seory mengatakan ada beberapa kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Sungai Sedunia ini yakni pemutaran film, diskusi konservasi, hingga workshop ecobrick.

Menurutnya kegiatan ini dilaksanakan di Tukad Bindu karena sungai ini menjadi percontohan dalam hal pelestarian sungai hingga bisa mendatangkan peluang ekonomi.

Ia berharap semakin banyak masyarakat menyontoh apa yang dilakukan masyarakat di kawasan Tukad Bindu. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved