Antisipasi Pelecehan di Pura oleh Wisatawan, Ini yang Dilakukan Panitia Pura Goa Lawah

I Putu Juliadi mengantar beberapa wisatawan asing ke utama mandala Pura Goa Lawah, di Desa Pesinggahan, Klungkung, Minggu (20/10/2019).

Antisipasi Pelecehan di Pura oleh Wisatawan, Ini yang Dilakukan Panitia Pura Goa Lawah
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Panitia Pura Goa Lawah I Putu Juliadi, ketika memberi penjelasan ke wisatawan prihal tata krama berwisata ke Pura. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - I Putu Juliadi mengantar beberapa wisatawan asing ke utama mandala Pura Goa Lawah, di Desa Pesinggahan, Klungkung, Minggu (20/10/2019).

Setiap aktivitas wisatawan, tidak luput dari pengawasan Putu Juliadi yang sudah puluhan tahun menjadi panitia Pura Goa Lawah tersebut.

Terlebih karena beberapa hari terakhir, kembali muncul postingan di Medsos terkait aktivitas wisatawan yang dianggap melecehkan tempat suci.

"Meskipun Pura Goa Lawah ini menjadi destinasi wisata, kami tetap utamakan kepentingan pamedek. Sehingga wisatawan itu harus kami awasi aktivitasnya di Utama Mandala Pura agar tidak menganggu aktivitas pamedek," ungkap Putu Juliadi.

Juliadi menjelaskan, selama ini pihaknya tidak pernah membuat larangan bagi wisatawan untuk masuk ke utama mandala Pura Goa Lawah.

Terlebih daya tarik dari destinasi ini, lebih pada aktivitas upacara dari pamedek, serta goa yang menjadi habitat kelelawar, yang lokasinya berada di Utama Mandala Pura.

Tak Hanya Hiasan, Ternyata Lubang yang Ada di Permukaan Biskuit Punya Dua Fungsi Penting

Betutu Pita Burger, Menu Olahan Burger dengan Isian Ayam Betutu

Meskipun demikian, pihak panitia Pura selalu menyiagakan pemandu lokal untuk mengawasi aktivitas wisatawan ini.

"Kami selalu siagakan 5 orang pemandu lokal, untuk awasi wisatawan di Goa Lawah. Jika ada pamedek, wisatawan hanya boleh berada di belakang atau dekat candi bentar. Sehingga pamedek tetap nyaman melaksanakan ritual," ungkap Juliadi.

Selain itu, pihak pura juga memasang peringatan berbahasa Inggris, pada setiap bangunan di area utama mandala Pura.

Sehingga dapat mencegah wisatawan naik ke tempat-tempat yang disucikan, seperti pelinggih, bale pesucian, dan bale pewedaan.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved