Dharma Wacana

Pernikahan Agni Hotra

Dalam beberapa teks dikatakan, agni hotra merupakan rajanya upacara. Jadi, apapun ritual yang dilakukan, hanya dengan upacara agni hotra sudah cukup

Pernikahan Agni Hotra
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda saat dijumpai usai menjadi narasumber acara sosialisasi revolusi mental diMandala Mhantika Subak Sanggulan, Tabanan, Jumat (9/11/2018). Pernikahan Agni Hotra 

Namun sekarang permasalahannya, kadang-kadang kita saling menghakimi, menjustifikasi bahwa itu salah.

Dituding keindia-indiaan.

Sementara yang mengutamakan prosesi seperti India, juga menilai apa yang dilakukan Hindu di nusantara, Bali pada umumnya, salah.

Mirisnya lagi, saling menyalahkan ini juga terjadi di kalangan tokoh-tokoh.

Sering saya katakan, jika upacara di Bali dianggap membebankan, agni hotra bisa dijadikan sebuah opsi.

Prinsipnya sama, hanya infrastrukturnya yang berbeda, itu menurut saya.

Kalau kita terus-terusan saling menyalahkan, mohon maaf, apa bedanya kita dengan agama lain yang menganggap dirinya lebih baik daripada orang lain yang walaupun mereka memiliki keyakinan yang sama.

Menurut saya, biarkan itu berkembang sebagaimana mestinya.

Sebab, tanpa kita memberikan opsi infrastruktur, agama kita akan ditinggalkan.

Maka dengan demikian, sulinggih-sulinggih dan masyarakat diharapkan bijaksana ketika melihat ada umat Hindu yang tidak menjalankan perkawaninan seperti yang dilakukannya, namun masih berada dalam koridor Weda.

Kita harus membuka cakrawala kita, karena Hindu pada dasarnya adalah bagaimana spirit dan nilai itu dipertahankan.

(*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved