Bagaimana Hukum Menjerat Siswa SMK yang Bunuh Gurunya dengan Pisau? Begini Penjelasan Polisi

Seorang guru ditusuk muridnya di Manado. Pelaku adalah FL (16) warga Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Bagaimana Hukum Menjerat Siswa SMK yang Bunuh Gurunya dengan Pisau? Begini Penjelasan Polisi
TRIBUNMANADO/PASCHALIS SERTY/JUFRI MANTAK
Olah TKP penikaman guru SMK Ichthus Manado dan korban saat dirawat di RS 

Bagaimana Hukum Menjerat Siswa SMK yang Bunuh Gurunya dengan Pisau? Begini Penjelasan Polisi

TRIBUN-BALI.COM - Dunia pendidikan Tanah Air lagi-lagi berduka.

Seorang guru ditusuk muridnya di Manado. Pelaku adalah FL (16) warga Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara.

FL yang membunuh gurunya, saat ini sudah dijebloskan dalam sel tahanan Polresta Manado.

Kepolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel, saat diwawancarai awak media, Selasa (22/10/2019) siang, mengatakan, benar bahwa tersangka saat ini diproses di Polresta Manado.

"Motif penikaman ini, korban menegur tersangka yang sedang merokok di halaman sekolah, dan tersangka tidak terima teguran dari korban," kata Kapolresta.

Kekayaan Kapolri Tito Karnavian, dari Data LHKPN 2016 Sentuh Angka Rp 10 Miliar

Gol Melengkung Fadil Sausu Ubah Kedudukan di Babak Pertama Bali United vs Badak Lampung

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Bali United vs Badak Lampung, Bisa Diakses di Sini

Link Live Streaming Barito Putera vs PSIS Semarang, Djanur Optimistis Menang Lagi

Lanjutnya, tersangka sakit hati dan pergi mengambil pisau di rumahnya, dan kembali ke sekolah dan menikam korban.

"Saat itu, korban berada di atas sepeda motor di depan halaman sekolah dan ditikam oleh tersangka," ujarnya.

Tambahnya, ketika kena tikaman, korban terjatuh dari sepeda motornya, dan lari ke halaman sekolah.

"Di halaman sekolah, tersangka mengejar korban dan kembali menikam guru agama SMK Ichthus itu berulang kali. Setelah itu, tersangka lari, sementara korban berdiri dan teriak minta pertolongan," jelasnya.

Diungkapkan Bawensel, memang tersangka di bawa umur.

Namun untuk proses hukum, kami mengenakan KUHP pasal 340 terhadap tersangka.

"Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau maksimal penjara seumur hidup," tegas mantan Kapolres Minsel ini.

Terpantau wartawan tribunmanado.co.id, Selasa (22/10/2019) tadi, tersangka sudah dijebloskan dalam sel tahanan Polresta Manado. (*)

Artikel ini ditulis Jufry Mantak telah tayang di tribunmanado.co.id

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved