Ditangkap Polisi Saat Mondar-mandir di Dekat Tiang Cafe, Pria Ini pun Dituntut 17 Tahun Penjara

Putu Yudhitama (41) hanya bisa diam nenunduk saat jaksa I Gede Raka Arimbawa menuntutnya dengan pidana penjara selama 17 tahun.

Ditangkap Polisi Saat Mondar-mandir di Dekat Tiang Cafe, Pria Ini pun Dituntut 17 Tahun Penjara
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Putu Yudhitama (41) hanya bisa diam nenunduk saat jaksa I Gede Raka Arimbawa menuntutnya dengan pidana penjara selama 17 tahun.

Ia dituntut atas kepimilikan 4 plastik klip sabu-sabu dengan berat keseluruhan 141,98 gram netto dan ekstasi seberat 0,72 gram netto.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Putu Yudhitama dengan pidana penjara selama 17 tahun. Dan menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsidair enam bulan penjara," tegas Jaksa Raka Arimbawa dihadapan majelis hakim pimpinan Dewa Budi Watsara.

Terdakwa dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana melawan atau tanpa hak memiliki narkotik golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram.

Sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik, dalam dakwaan alternatif kedua.

Terhadap tuntutan yang dilayangkan jaksa, terdakwa melalui penasihat hukumnya langsung menyampaikan pembelaan (pledoi) lisan.

"Terimakasih yang mulia, kami dari penasehat hukum terdakwa meminta keringanan hukuman dengan pertimbangan terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesalinya. Lebih dari pada itu, terdakwa masih menjadi tulang punggung keluarga dan memiliki anak yang masih membuntuhkan kasih sayang dari terdakwa. Namun apabila majelis hakim punya pertimbangan lain mohon hukum yang seadil-adilnya," pinta Desi Purnani Adam selaku anggota tim PH terdakwa dari PBH Peradi Denpasar.

Di sisi lain menanggapi pembelaan lisan pihak terdakwa, jaksa Raka Arimbawa menegaskan tetap pada tuntutannya. Usai para pihak saling menanggapi, hakim menunda sidang.

Sidang akan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda pembacaan amar putusan dari majelis hakim.

Diungkap dalam surat dakwaan jaksa, mulanya pada tanggal 21 Juni 2019, sekitar pukul 23.00 Wita, terdakwa mendapat pesan melalui WhatsApp dari Wahyu untuk mengambil paket sabu yang disembuyikan di samping tiang telepon dekat salah satu cafe di Jalan Gunung Talang I, Padangsambian, Denpasar Barat.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved