Kisah Bli Ciaaattt Rawat Seni Genggong, Dari Pegok Gaungkan Hingga ke Eropa

Made Agus Wardana yang populer dengan nama Bli Ciaaattt merupakan sosok di balik bangkitnya kesenian Genggong di Banjar Pegok Sesetan.

Kisah Bli Ciaaattt Rawat Seni Genggong, Dari Pegok Gaungkan Hingga ke Eropa
Tribun Bali/Eurazmi
Made Agus Wardana yang populer dengan nama Bli Ciaaattt merupakan sosok di balik bangkitnya kesenian Genggong di Banjar Pegok Sesetan, Denpasar. Ia bahkan membawa Seni Genggong menggaung hingga ke Eropa. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Apabila selama ini kita bertanya-tanya siapa sosok di balik bangkitnya kesenian Genggong di Banjar Pegok Sesetan, Denpasar, Made Agus Wardana lah orangnya.

Pria yang lebih populer dengan nama Bli Ciaaattt ini bahkan membawa Seni Genggong menggaung hingga ke Eropa.

Genggong merupakan alat musik khas di Bali yang terbuat dari bambu semacam karinding di Sunda, Jawa Barat.

Dulunya dibuat dari pugpug atau pohon enau. Alat musik ini punya dimensi panjang 18-20 cm dan lebar 1,5-2 cm memiliki bunyi yang khas dan unik.

Cara memainkannya dengan menempelkan genggong pada bibir, sambil menggetarkan bambu melalui tarikan tali (ngedet) serta menggunakan mulut sebagai resonator untuk menghasilkan nada.

Di beberapa belahan dunia lainnya, alat musik sejenis genggong sering disebut Jew's harp atau mouthharp (Barat), drumbla (Slowakia), khomus (Siberia), morchang (Rajasthan), karinding (Jawa Barat), dan kuriding (Kalimantan Selatan).

Nah di Bali sendiri, Genggong juga dikenal di Batuan, Gianyar, Karangasem, Buleleng dan salah-satunya di Banjar Pegok, satu-satunya di Denpasar.

Sebelumnya, seni Genggong Pegok yang diperkirakan sudah ada sejak 1930 silam ini sempat tertidur pulas bahkan selama puluhan tahun tidak ada generasi baru satu pun yang mengenal atau memainkannya.

Dokumentasi terakhir yang dihimpun Bli Ciaaattt menunjukkan Genggong Pegok dimainkan terakhir pada 1988 di Pura Sari, Banjar Pegok.

Melihat hal itu, Bli Ciaaattt yang selama ini menghabiskan hidupnya selama 3 tahun dengan bekerja di Kedutaan RI di Belgia akhirnya pulang kampung hanya untuk semata tujuan membangkitkan kembali Seni Genggong Pegok.

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved