Wayan Santoso Sebut Sudikerta Tawarkan Tanah, Sudikerta: Justru Dia yang Datang ke Rumah

Wayan Santoso Sebut Sudikerta Tawarkan Tanah, Sudikerta: Justru Dia yang Datang ke Rumah

Wayan Santoso Sebut Sudikerta Tawarkan Tanah, Sudikerta: Justru Dia yang Datang ke Rumah
Tribun Bali/Putu Candra
KiKa: Subakat, Hendy Kaunang dan I Wayan Santoso saat dihadirkan sebagai saksi di PN Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana pencucian uang, penipuan atau penggelapan dan pemalsuan senilai Rp 150 miliar dengan terdakwa, I Ketut Sudikerta (51), Anak Agung Ngurah Agung (68) dan I Wayan Wakil (51) bergulir.

Selasa (22/10/2019), tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tiga saksi, yakni Gede Subakat, I Wayan Santoso dan Hendry Kaunang.

Saksi Wayan Santoso menerangkan, pada tahun 2013 dirinya bertemu dengan Bupati Badung kala itu, Anak Agung Gede Agung.

Pertemuan itu untuk menyampaikan jika Alim Markus hendak berinvestasi di Bali.

Setelah pertemuan dengan bupati, dikatakannya bertemu dengan terdakwa Sudikerta yang menjabat sebagai Wakil Bupati Badung.

"Setelah itu ketemu terdakwa (Sudikerta). Kemudian terdakwa menawarkan tanah. Terdakwa bilang tanah itu miliknya," terang Wayan Santoso di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Pria yang berprofesi sebagai pengacara ini juga mengaku, terkait pengurusan izin hotel akan diselesaikan oleh Sudikerta.

Hingga akhirnya disepakati adanya kerjasama antara PT. Marindo Investama dan PT Pecatu Bangun Gemilang.

Namun Wayan Santoso mengatakan, investasi pembangunan hotel tidak bisa dilaksanakan karena terjadi masalah.

"Pembangunan hotel tidak bisa dilaksanakan karena ada sertifikat ganda. Setahu saya setelah ada masalah itu ada pertemuan untuk menyelesaikannya. Tapi saya sudah tidak ikut lagi," jelasnya menjawab pertanyaan tim jaksa.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved