Berkali-kali Menang, Koki Aryaduta Bali Ingin Berprestasi di Kompetisi Ukiran Buah Internasional

Gede Agus Kurniawan ingin melanjutkan prestasinya di Kompetisi Internasional membuat karya seni dari semangka, melon, labu, atau bahkan mentega

Berkali-kali Menang, Koki Aryaduta Bali Ingin Berprestasi di Kompetisi Ukiran Buah Internasional
Aryaduta Hotel
Bangga telah memenangkan Kontes Olimpiade Pariwisata pada 25 September, mengalahkan 20 peserta lainnya. Berkali-kali Menang, Koki Aryaduta Bali Ingin Berprestasi di Kompetisi Ukiran Buah Internasional 

Berkali-kali Menang, Koki Aryaduta Bali Ingin Berprestasi di Kompetisi Ukiran Buah Internasional

TRIBUN-BALI.COM - Setelah tiga kali berturut-turut memenangkan penghargaan yang luar biasa dalam kompetisi ukiran buah di Bali, Gede Agus Kurniawan ingin melanjutkan prestasinya di Kompetisi Internasional membuat karya seni dari semangka, melon, labu, atau bahkan mentega dan salju.

Gede Agus Kurniawan, salah satu koki Aryaduta Bali, memenangkan tiga kompetisi pahatan buah bergengsi pada acara yang diadakan Asosiasi Chef Indonesia pada 15 September, Kontes Olimpiade Pariwisata pada 25 September, Festival Pantai Jimbaran “Kompetisi Kuliner Makanan” pada 7 Oktober 2019, dan ingin melanjutkan memenangkan Kompetisi Internasional bulan depan pada kompetisi Patung Salju setelah menjadi pemenang kedua pada kompetisi patung mentega internasional tahun lalu di Berawa Beach Festival.

Purnawirawan Bintang Empat Jadi Menteri Agama, Fachrul Razi Tegaskan Bukan Kyai Namun Punya ini

Lapor Lewat Aplikasi Salak Bali, Aduan Masyarakat Bisa Diproses Dalam Waktu Tiga Menit

Di awal tahun 2019, ia pergi ke China untuk mewakili Indonesia dalam kompetisi Ukiran Buah Internasional bersama dengan 30 peserta lainnya dari seluruh dunia.

Detail patung dengan tema Budaya Bali.
Detail patung dengan tema Budaya Bali. (Aryaduta Hotel)

Aryaduta Bali telah berpartisipasi dalam tiga kompetisi ukiran buah sejak 15 September 2019, di mana ada total lebih dari 80 peserta dan ia memenangkan semuanya.

Dengan bahan dasar pepaya, semangka, wortel, mentimun, daun bawang, selada, dan madu, koki yang lahir pada 25 April 1998 mengukir dengan tema kehidupan laut yang luar biasa dengan karang berwarna-warni dan patung figur Bali.

Ukiran dievaluasi oleh juri berpengalaman yang terdiri dari Kepala Koki dari wilayah Bali.

Setiap patung dinilai berdasarkan desain, komposisi, keterampilan teknis, kesulitan, kreativitas, dan keasliannya.

Curahan Hati Monik Sipir Lapas Perempuan Denpasar, Hanya Modal Sabar

Bekraf Pamitan, Sutradara Filosofi Kopi: dari Kepala hingga Penjaga Gedung Salam Hormat

Dibesarkan dalam keluarga yang penuh seni, Agus menemukan kecintaannya di dunia ukiran buah sejak tahun 2013 ketika ia masih di sekolah menengah.

Ayahnya memperhatikan bakatnya yang cemerlang dan memberikan dukungan terbaiknya serta mewariskan semua teknik dan pengetahuannya.

 “Aryaduta Bali telah memberi saya kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan dukungan saya untuk memenangkan ketiga kompetisi. Sekarang saya bertujuan untuk Kompetisi Internasional dalam patung Salju bulan depan di Pecatu, Bali. Tantangan terbesar saya adalah waktu, tetapi saya telah membuat strategi untuk kompetisi mendatang. Saya suka ukiran, dan saya ingin membuktikan kepada perusahaan bahwa mereka bisa bangga memiliki saya sebagai bagian dari tim mereka,” katanya.

“Ayah saya, I Wayan Widana, yang juga menjadi panutan saya, telah membantu saya mengejar impian saya,” tambahnya.

Marcel Driessen, General Manager dari Aryaduta Bali, sepenuhnya menyadari bakat timnya.

“Kami bangga memiliki Agus di tim kami. Dia muda dan berbakat, dia memiliki peluang kemenangan besar di depannya, dan di sini di Aryaduta Bali, kami akan memberikan dukungan terbaik kami untuk mengembangkan bakat tim kami untuk mencapai potensi penuh mereka dan mencapai impian mereka,” katanya.

(*)

Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved