Seno Gumira Ajidarma Lahirkan Buku 100 Persen Fiksi dan 100 Persen Fakta

Penulis, Seno Gumira Ajidarma, mengatakan karyanya tersebut dibuat sesuka hati dan tanpa adanya inspirasi dari pihak manapun.

Seno Gumira Ajidarma Lahirkan Buku 100 Persen Fiksi dan 100 Persen Fakta
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Gramedia Pustaka Utama meluncurkan buku Nagabumi III: Hidup dan Mati di Chang’an, karya Seno Gumira Ajidarma, di Taman Baca Ubud Writers & Readers Festival 2019, Kamis (24/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYARGramedia Pustaka Utama meluncurkan buku Nagabumi III: Hidup dan Mati di Chang’an, karya Seno Gumira Ajidarma, di Taman Baca Ubud Writers & Readers Festival 2019, Kamis (24/10/2019).

Penulis, Seno Gumira Ajidarma, mengatakan karyanya tersebut dibuat sesuka hati dan tanpa adanya inspirasi dari pihak manapun.

Namun dia mengklaim isi buku tersebut memuat 100 persen fakta yang dikemas dalam 100 persen cerita fiksi.

Penulis kelahiran Boston, Amerika, 19 Juni 1958 ini menyatakan, terdapat banyak rekam sejarah dalam tulisan ini.

Buku tersebut mengisahkan kelanjutan kisah pendekar tanpa nama, yang lolos dari maut dalam perburuan Kitab Ilmu Silat Kupu-kupu Hitam ke Kota Mistik Sambala, yang meneruskan perjalanan ke Chang’an.

Ini Perbandingan Gaji Nadiem Makarim Saat Jabat CEO Gojek dan Mendikbud

Diam-Diam, 7 Hal Ini Diperhatikan Pramugari Saat Penumpang Masuk ke Pesawat

Dalam tulisannya, Seno menyatakan, Chang’an merupakan ibukota Negeri Atap Langit berpenduduk dua juta manusia dari segala bangsa.

Dalam perjalanannya di kota tersebut, pendekar tanpa nama ini, menyusuri jejak Harimau Perang, tersangka pembunuh Amerika kekasihnya.

Dalam karya yang diselesaikan Seno selama setahun penuh ini, juga mengisahkan peperangan yang terjadi di Chang’an, ketika kota ini digempur bala tentara musuh, gerakan orang kebiri yang terus-menerus menelan korban.

Dalam seri ini, Seno juga memunculkan tokoh baru, yakni Pendekar Panah Wangi, seorang perempuan perkasa terindah dari Jalur Sutera, yang telah membuat Putra Mahkota jatuh cinta.

Di sampul belakang penulis menjelaskan bahwa Nagabumi, merupakan kitab tentang hiruk-pikuknya rahasia sejarah dunia abad VIII sampai IX.

Ketika Kamu Mudah Goyah karena Perkataan Orang Lain, Simak Video Ini

Soal Stadion Dipta Jadi Venue Piala Dunia U-20, Ini Kata Teco

“Masa lalu itu seru. Untuk mengetahui pesan-pesan yang ingin saya sampaikan, silahkan baca buku itu. Percuma saya tulis buku kalau pesannya saya sampaikan di sini,” ujarnya lalu tertawa.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved