Sukerta Sempat Beli Rumah Pribadi, Rugikan Keuangan Negara Rp 1.2 Miliar Lebih

Ketua LPD Desa Pakraman Sunantaya, Desa/Kecamatan Penebel, Tabanan, I Gede Ketut Sukerta akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan

Sukerta Sempat Beli Rumah Pribadi, Rugikan Keuangan Negara Rp 1.2 Miliar Lebih
Kejari Tabanan
Pihak tersangka saat dimintai keterangan oleh Pidsus Kejari Tabanan, Rabu (23/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Ketua LPD Desa Pakraman Sunantaya, Desa/Kecamatan Penebel, Tabanan, I Gede Ketut Sukerta akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan, Rabu (23/10/2019).

Ia terbukti melakukan penyalahgunaan kewenangan sebagai Ketua LPD penggelapan uang nasabah hingga mengakibatkan kerugian negara Rp 1.2 Miliar lebih. Ia pun dijerat UU Tipikor pasal 2 ayat 3 dengan ancaman

"Hari ini kita lakukan penahanan karena memang terbukti mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp 1.2 Miliar dan tidak ada pengembalian," ungkap Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tabanan, Dedi Irawan didampingi Kasubsi Penyidikan Pidsus, Dimas Putra Pradhyksa di Kejari Tabanan, Rabu (23/10/2019).

Ia menjelaskan, kasus ini mencuat pada tahun 2017 lalu, saat itu nasabah sudah tak bisa mengambil tabungan di LPD tersebut.

Seno Gumira Ajidarma Lahirkan Buku 100 Persen Fiksi dan 100 Persen Fakta

Ini Perbandingan Gaji Nadiem Makarim Saat Jabat CEO Gojek dan Mendikbud

Kemudian berdasarkan laporan tersebut, ditindaklanjuti, diselidiki dan kemudian ditingkatkan ke penyidikan termasuk perhitungan dengan Inspektorat terungkap ada kerugian keuangan negara Rp 1.223.000.

Modusnya adalah semua uang nasabah tersebut dijadikan pinjaman kredit atas nama tersangka Gede Ketut Sukerta. Sebagian juga digunakan untuk membeli rumah pribadi dan asuransi.

Pengakuan Risma Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi, Ternyata Karena Mimpi untuk Surabaya

Ketika Kamu Mudah Goyah karena Perkataan Orang Lain, Simak Video Ini

"Mulai hari ini, kata dia, hingga 20 hari ke depan akan ditahan di Lapas Tabanan sembari pihak Kejari melengkapi atau mempercepat administrasi pelimpahan dan dilanjutkan ke persidangan di PN Tipikor Denpasar"

"Ia dijerat pasal 2 subsider pasal 3 UU Tipikor dengan ancaman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 15 tahun," tandasnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved