Tilep Hibah Pembangunan Palinggih Pura Paibon, Simpul dan Ngenteg Dituntut 3,5 Tahun

Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagian staf di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Klungkung, I Nyoman Simpul dan mantan Sekretaris DPC Klungkung,

Tilep Hibah Pembangunan Palinggih Pura Paibon, Simpul dan Ngenteg Dituntut 3,5 Tahun
Tribun Bali/Putu Candra
Simpul (kanan) dan Ngenteg usai menjalani sidang menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, Kamis (24/10/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR  - Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagian staf di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Klungkung, I Nyoman Simpul dan mantan Sekretaris DPC Klungkung, I Ketut Ngenteg menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, Kamis (24/10/2019).

Oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), para terdakwa tersebut dinilai bersalah menilep dana hibah APBD Provinsi Bali 2014 untuk pembangunan pelinggih di Pura Paibon Tutuan di Banjar Nyamping, Gunaksa, Dawan, Klungkung senilai Rp 70 juta.

Simpul dan Ngenteg menjalani sidang dengan berkas terpisah dan dituntut pidana penjara masing-masing tiga tahun dan enam bulan (3,5 tahun).

Terhadap tuntutan yang dilayangkan tim jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung itu, kedua terdakwa yang didampingi tim penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar akan menanggapi melalui pembelaan (pledoi) tertulis.

Ditunjuk Jadi Wamen, Ketum Projo Sebut Kini Sudah Ada Cinta Sedikit ke Prabowo Subianto

Perselingkuhan, Begini Cara Menghindarinya

Sementara dari masing-masing surat tuntutan, tim jaksa menyatakan, bahwa terdakwa Simpul dan Ngenteg terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana dalam dakwaan subsidair keduanya melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI No.31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Nyoman Simpul dengan pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan dikurangi selama berada dalam tahanan sementara, dengan perintah tetap ditahan. Dan denda Rp 50 juta subsidair dua bulan kurungan," tegas jaksa.

Selain itu tim jaksa juga menghukum Simpul dengan membayar uang pengganti Rp 35 juta.

Jika tidak membayar paling lama satu bulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Apabila harta bendanya tidak mencukupi, Simpul akan mengganti dengan pidana penjara selama satu tahun dan sembilan bulan.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved