Bali Tak Dapat Wakil Menteri, GPS Sebut 2 Kemungkinan Pemilihan Kabinet Jokowi

Pilihan Jokowi ini membuat politisi Partai Hanura asal Bali, Gede Pasek Suardika alias GPS, agak kecewa.

Bali Tak Dapat Wakil Menteri, GPS Sebut 2 Kemungkinan Pemilihan Kabinet Jokowi
Tribun Bali / I Made Ardhiangga Ismayana
Gede Pasek Suardika (GPS) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Harapan Bali untuk mendapat kursi wakil menteri pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 pupus sudah.

Dari 12 wakil menteri yang dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10/2019), tak ada satu pun dari Bali.

Dengan demikian, Bali resmi hanya mendapatkan satu jatah menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

Satu-satunya menteri dari Bali adalah I Gusti Ayu Bintang Darmawati alias Bintang Puspayoga sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Tak Ada Wakil Hanura di Kabinet Baru Jokowi, Gede Pasek : Kita Doakan Yang Meninggalkan Kita

Adapun 12 wakil menteri yang dipilih Jokowi berasal dari kalangan politisi, relawan, dan profesional.

Mereka adalah Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo, Wakil Menteri KLHK Alue Dohong, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Budi Arie Setiadi, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (Wakil Kepala BPN)  Surya Tjandra, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, serta dua Wakil Menteri BUMN Kartika Wiroatmodjo dan Budi Gunadi Sadikin.

Pilihan Jokowi ini membuat politisi Partai Hanura asal Bali, Gede Pasek Suardika alias GPS, agak kecewa.

Ia menyayangkan Bali tidak mendapat jatah wakil menteri satu pun meski pasangan Jokowi-Maruf Amin memperoleh 92 persen suara di Bali pada Pilpres 2019.

Namun demikian, ia hanya bisa pasrah karena keputusan pemilihan kabinet merupakan hak prerogatif dari Presiden Jokowi.

"Mungkin ada dua ya, yang pertama apapun yang dipilih Pak Jokowi itu hak prerogatif Presiden. Sehingga formasi yang dipilih seperti itu untuk mencapai visi dan misi presiden," katanya, Jumat (25/10/2019).

Halaman
123
Penulis: Ragil Armando
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved