Ma'ruf Amin Cerita Bahwa Dirinya Diuji Jokowi Dengan Kegiatan Padat Setelah Jadi Wapres

Cerita tersebut ia sampaikan dihadapan ratusan relawannya, di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Jumat (25/10/2019) malam.

(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Wakil Presiden, Maruf Amin di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018)saat menjalani pemeriksaan kesehatan bagi capres dan cawapres untuk mengikuti Pilpres. 

Minta maaf kepada relawan

Wakil Presiden Maruf Amin meminta maaf lantaran tak bisa menampung semua relawan menjadi menteri maupun wakil menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

Hal itu disampaikan Ma'ruf Amin dihadapan ratusan relawan, dalam kegiatan Silaturahmi dan Tasyakuran atas terpilihnya Maruf Amin sebagai Wakil Presiden RI periode 2019-2024, di Grand Sahid Hotel, Jakarta Pusat, Jumat malam (25/10/2019).

"Saya minta maaf kepada para relawan karena mungkin banyak yang tidak tertampung karena menterinya hanya ada 34 jadi terpaksa relawan enggak kebagian," kata Maruf Amin.

Ia pun berkelar, jika ada wakil menteri, jatah para relawan mungkin dapat terakomodir.

"Tapi ada wamen cuman 12, mudahan ada wakil wakilnya menteri lagi jadi bisa tertampung," canda ketua MUI non-aktif ini.

"Memang ini saya mohon maaf sama Pak Jokowi ya," tambahnya.

Maruf Amin mengatakan, menjadi seorang Menteri, Wakil Menteri, bahkan Wakil Presiden sekalipun merupakan takdir seorang manusia dari sang pencipta.

"Karena memang yang jadi menteri, wamen itu garis tangan bukan soal pintar, hebat, karena memang garis tangannya. Memang dulu ada yang bilang kiai Maruf sudah tua kenapa mau jadi wapres. Saya bilang gak ada cita-cita, saya mau jadi kiai saja, tapi garis tangan saya diajak Jokowi jadi wakil presiden," ungkapnya.

Susunan kabinet Jokowi-Maruf Amin

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved