10 Bali Baru Bukan Ancaman, Cok Ace Ingatkan Pariwisata Jangan Keluar dari Core Budaya  

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menyatakan, dengan adanya 10 Bali baru tersebut harus dilihat sebagai tantangan

10 Bali Baru Bukan Ancaman, Cok Ace Ingatkan Pariwisata Jangan Keluar dari Core Budaya   
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Wakil Gubernur Bali, Cok Ace. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR–Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata RI sedang mengembangkan 10 destinasi baru setingkat Bali di Indonesia, yang diharapkan bisa mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara-negara lain, terutama di ASEAN.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menyatakan, dengan adanya 10 Bali baru tersebut harus dilihat sebagai tantangan bagi Bali, bukanlah sebagai ancaman.

Pihaknya berharap Bali bisa memperkuat karakteristik kewilayahannya, yaitu pariwisata yang berdasarkan seni dan budaya. 

“Jangan sampai (pariwisata Bali) terombang-ambing keluar dari core budaya Bali itu sendiri. Selama itu dipertahankan, saya kira berapa Bali baru pun dibuat tidak akan bisa Bali ini tersaingi,” kata Cok Ace saat ditemui di Lapangan Renon Denpasar, Senin (28/10/2019).

Dikabarkan Nyawanya Dihabisi Terkait Pilkades, Ternyata Sugih Dianiaya karena Cinta Terlarang

Selain Bikin Gigi Rusak, Suka Mengunyah Es Batu Berbahaya Bagi Kesehatan Tubuh, Loh!

Terkait maraknya turis ugal-ugalan yang berbuat ulah di Bali, menurut dia, sejauh ini sudah ada aturan hukumnya.

Jika WNA melanggar ketertiban umum dan sebagainya, aparat penegak hukum baik pemerintah, kepolisian maupun imigrasi tinggal menindak saja.

Dikatakannya memang kalau bicara pariwisata merupakan hal sensitif. Jika pemerintah salah mengambil langkah akan menjadi isu negatif bagi pariwisata Bali.

“Contohnya, niat kita sebenarnya baik, seperti dulu mengatur pedagang-pedagang Cina yang melanggar, padahal itu memang melanggar peraturan. Kemudian diumumkan oleh pesaing-pesaing (pariwisata) kita bahwa Bali anti negara tertentu,” ujarnya mencontohkan.

Maka dari itu, perlu diantisipasi jangan sampai sesuatu yang terjadi justru memberi isu-isu negatif bagi negara pesaing.

Kini sedang disusun brand pelayanan kepariwisataan di Bali, terdiri dari 4 pilar yaitu industri, kelembagaan, servis dan pengaturannya berupa Perda.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved