Adu Piawai Tarikan Barong Bangkung, Upaya Kembalikan Masa Jaya DTW Alas Kedaton

Sebanyak enam sekaa barong bangkung yang ada di Desa Kukuh, pentas. Mereka beradu piawai membawakan tema cinta lingkungan

Adu Piawai Tarikan Barong Bangkung, Upaya Kembalikan Masa Jaya DTW Alas Kedaton
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Sekaa barong bangkung pentas di acara Parade Barong Bangkung di DTW Alas Kedaton, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Minggu (2710/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Parade Barong Bangkung di depan Pura Dalem Kahyangan Kedaton Alas Kedaton, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, berlangsung meriah, Minggu (27/10/2019).

Sebanyak enam sekaa barong bangkung yang ada di Desa Kukuh, pentas. Mereka beradu piawai membawakan tema cinta lingkungan.

"Kegiatan ini mengangkat tema cinta lingkungan. Parade budaya di Desa Kukuh ini memang digelar rutin setiap bulan Oktober untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Melalui tontonan kami ingin memberikan tuntunan semoga penonton mendapat edukasi untuk cinta lingkungan," jelas Perbekel Kukuh, I Made Sugianto, Minggu (27/10/2019).

Sugianto menjelaskan, selain untuk memperingati sumpah pemuda, parade ini juga bertujuan untuk memberi ruang seni serta kreativitas bagi generasi muda khususnya Desa Kukuh.

Kemudian juga sebagai cara promosi untuk kembali menggaungkan daerah tujuan wisata (DTW) Alas Kedaton.

Jumlah peserta parade sebanyak enam sekaa barong bangkung yang masing-masing sekaa membawa tema cinta lingkungan.

"Sekaligus kami ingin menggaungkan DTW Alas Kedaton. Kami berharap kunjungan wisatawan meningkat. Ini bagian dari visi dan misi enam tahun memimpin desa," katanya.

Ia mengatakan, lewat parade budaya ini yang memberikan ruang seni bagi generasi muda ini nantinya mampu mendongkrak dan menggeliatkan kembali Alas Kedaton seperti masa kejayaannya tahun 1990-2001.

Mengenai pengucapan sumpah pemuda yang mengajak seluruh masyarakat, Sugianto menjelaskan agar rasa nasionalisme masyarakat semakin meningkat, tidak terpecah belah dengan hoaks.

Kemudian mengajak masyarakat untuk membangun desa bersama-sama.

"Mari bersatu membangun desa. Bersama kita bisa membangun Indonesia dari desa," tegasnya.

Acara yang dimulai sekitar pukul 16.00 Wita ini dibuka oleh Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.

Ia menyampikan semangat nasionalisme dengan mengajak masyarakat terutama siswa mengucapkan Sumpah Pemuda.

Ada dua siswa yang berhasil mengucapkan dengan benar. Mereka kemudian mendapat uang Rp 100 ribu. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved