Cukai Rokok Naik 21,55% Mulai 1 Januari 2020, Petani Resah Harga Cengkeh Turun

Kenaikan cukai rokok ini ternyata membuat resah para petani cengkeh karena diprediksi harga cengkeh akan turun

Cukai Rokok Naik 21,55% Mulai 1 Januari 2020, Petani Resah Harga Cengkeh Turun
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali I Nyoman Sugawa Korry. Cukai Rokok Naik 21,55% Mulai 1 Januari 2020, Petani Resah Harga Cengkeh Turun 

Cukai Rokok Naik 21,55% Mulai 1 Januari 2020, Petani Resah Harga Cengkeh Turun

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seperti yang kita ketahui bersama, pemerintah melalui Kementerian Keuangan menaikkan cukai rokok sebesar 21,55 persen mulai 1 Januari 2020.

Kenaikan cukai rokok ini ternyata membuat resah para petani cengkeh di Bali, khususnya di Kabupaten Buleleng.

Hal ini diketahui berdasarkan hasil reses dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali I Nyoman Sugawa Korry.

Sugawa Korry mengatakan, dengan adanya kebijakan kenaikan cukai rokok nantinya akan disusul dengan kenaikan harga rokok sekitar 30 persen.

Kondisi itu diprediksi menyebabkan penurunan harga cengkeh hingga berada di sekitar Rp 6,2 juta per 100 kilogram.

Padahal jika cukai rokok ini tidak dinaikkan, harga cengkeh bisa mencapai hingga di atas Rp 100 juta per 100 kilogram.

"Jadi para petani itu kami khawatirkan tidak mampu memenuhi kehidupannya, terutama termasuk tidak mampu memelihara tanaman cengkeh hingga harus memupuk dan lain sebagainya," kata Sugawa Korry saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/10/2019).

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini berpandangan, petani cengkeh telah menjadi korban dari pemerintah yang tengah berupaya menaikkan pendapatan negara yang berasal dari pajak.

Baginya upaya menaikkan pajak ini mengabaikan keberadaan petani cengkeh, bukan saja di Bali semata tapi juga secara nasional.

"Petani cengkeh (jumlahnya) masih sangat besar yang seharusnya hal seperti ini harus diperhatikan," jelasnya.

Oleh karena itu, hasil reses ini akan ia sampaikan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terutama ke Gubernur Bali Wayan Koster dan juga pemerintah pusat.

Bagi Sugawa Korry, hal ini merupakan sesuatu yang sangat prinsip karena Bali sendiri memiliki petani cengkeh sekitar 200 ribu orang.

(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved