Dikabarkan Nyawanya Dihabisi Terkait Pilkades, Ternyata Sugih Dianiaya karena Cinta Terlarang

Dikabarkan Nyawanya Dihabisi Terkait Pilkades, Ternyata Sugih Dianiaya karena Cinta Terlarang

Dikabarkan Nyawanya Dihabisi Terkait Pilkades, Ternyata Sugih Dianiaya karena Cinta Terlarang
KOMPAS/DIDIE SW
Ilustrasi pembunuhan 

TRIBUN-BALI.COM, TASIKMALAYA - Teka-teki kematian Hendi Sugiharto (29), warga Kampung Daracana, Desa Cikuya, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya yang tewas dengan sejumlah luka, kini terungkap.

Sebelumnya, pria yang berprofesi sebagai sopir truk tersebut diduga tewas setelah dikeroyok oleh sejumlah orang, pada Jumat (25/10/2019) lalu.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, terdapat sejumlah luka di tubuh Sugih, di antaranya luka di hidung mengeluarkan darah, lecet di kening, pipi kanan, serta beberapa luka di punggung.

Sempat beredar kabar di media sosial facebook, bahwa pria yang akrab disapa Sugih itu dikeroyok akibat terkait Pilkades yang dilangsungkan beberapa hari lalu.

Sejumlah postingan menyebut Sugih menjadi korban penganiayaan oleh oknum tim sukses calon kades yang gagal.

Ternyata, Sugih meninggal bukan dikeroyok tetapi dianiaya oleh ID (37), Warga Desa Cikuya, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, menggunakan tangan kosong.

Berdasarkan pengakuan pelaku di hadapan polisi, pria bertato tersebut menganiaya Sugih lantaran ada masalah pribadi.

"Korban berselingkuh dengan kakak saya yang sudah bersuami, ketahuan, kakak saya diceraikan oleh suaminya.

Lalu saya meminta tanggung jawab kepada korban, tapi tidak ada jawaban. Kakak saya sampai ke luar kota karena malu," tutur ID kepada polisi saat konfrensi pers, di Mapolres Tasikmalaya, Senin (28/10/2019).

Dia menceritakan kronologi korban tewas dengan bogemnya pada Jumat pekan lalu.

Halaman
123
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved