BPBD Bangli Terima 16 Laporan Kebakaran, 106,95 Hektare Lahan Terbakar Sejak Oktober 2019

BPBD Bangli terima 16 laporan kebakaran sejak Oktober 2019 dengan luas lahan yang terbakar mencapai 106,95 hektare.

BPBD Bangli Terima 16 Laporan Kebakaran, 106,95 Hektare Lahan Terbakar Sejak Oktober 2019
dok. ist.
Petugas damkar dan BPBD bangli ketika melakukan upaya pemadaman api di wilayah Penelokan, Desa Batur, Kintamani, Senin (21/10/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Wilayah Kabupaten Bangli kerap dilanda musibah kebakaran lahan khususnya saat musim kemarau.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa, Senin (28/10/2019) membenarkan jika kebakaran yang terjadi di wilayah Bangli, merupakan dampak musim kemarau yang terjadi mulai bulan Agustus.

Kendati demikian, petugas mencatat kebakaran mulai pada bulan Oktober, yang disertai pula dengan angin kencang.

Berdasarkan data, lanjut Agus, kebakaran lahan dan hutan tercatat sebanyak 16 laporan.

Adapun luas lahan yang terbakar, mencapai 106,95 hektare.

Dari kejadian tersebut, sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan pribadi warga.

Ia mencontohkan seperti kejadian pada tanggal 6 Oktober yang menimpa 1 are lahan bambu di wilayah Desa Pengotan. Begitupun pada rentetan kejadian kebakaran pada tanggal 19 hingga 21 Oktober lalu.

“Dalam rentetan kejadian ini, setidaknya 81,54 hektare lahan warga terbakar. Paling banyak terdata di wilayah Desa Batur Tengah dengan total luas lahan terbakar mencapai 80 hektare,” sebutnya.

Sedangkan lahan milik pemerintah, lanjut Agus, pada rentetan musibah tersebut luas lahan yang terbakar mencapai 25,35 hektare.

Titik kebakaran terluas berada di wilayah Desa Kutuh dan Desa Subaya, Kintamani dengan masing-masing luas lahan terbakar 10 hektare.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved