Pecalang Banjar Adat Pesanggaran Akhirnya Buka Blokade TPA Suwung

Polemik pasca kebakaran TPA Suwung yang berujung pada blokade truk pengangkut sampah oleh Pecalang Banjar Adat Pesanggaran berakhir sudah

Pecalang Banjar Adat Pesanggaran Akhirnya Buka Blokade TPA Suwung
Tribun Bali/ Eurazmy
Sejumlah kendaraan truk pengangkut sampah areal Denpasar tampak mulai antre untuk membuang sampah di TPA Suwung, Selasa (29/10/2019). Per hari ini, aksi blokade warga Banjar Adat Pesanggaran sudah dibuka khusus untuk truk sampah Denpasar saja. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polemik pasca kebakaran TPA Suwung baru-baru ini yang berujung pada blokade truk pengangkut sampah oleh Pecalang Banjar Adat Pesanggaran, Denpasar berakhir sudah.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi blokade sejak Senin (28/10/2019) kemarin dimaksudkan sebagai bentuk protes atas ketidaksigapan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan sampah di TPA Suwung selama ini.

Aksi blokade ini sempat membuat kebingungan sejumlah pihak dan berdampak pada penumpukan sampah di TPS-TPS yang meluber dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

Namun, sejak Selasa (29/10/2019) pagi, aksi blokade ditiadakan dan kendaraan truk pengangkut sampah kembali beroperasi sebagaimana biasanya.

Kelian Adat Banjar Pesanggaran, I Wayan Widiada mengatakan pembatasan terhadap truk yang masuk dilakukan hanya dari TPS Sektor Denpasar saja.

''Untuk sampah dari kabupaten lain seperti Badung, Gianyar dan Tabanan diharapkan untuk memaksimalkan pengolahan sampah di TPA nya masing-masing,'' ungkapnya kepada Tribun Bali, Selasa (29/10/2019).

Ia menerangkan, lahan TPA Suwung yang sudah ada sejak 1985 dan menampung sampah sekitar 1200-1300 ton perharinya ini kini dinilai sudah tak lagi representatif.

Sampah terus ditumpuk sepanjang hari bertahun-tahun.

Bisa dibilang, kata dia lahan disini sebenarnya sudah tidak lagi cukup untuk membuang sampah.

''Sudah overload, bahkan sampai kebakaran. Makanya kemarin kami tutup sekaligus sampaikan aspirasi kebutuhan masyarakat,'' jelasnya.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved