Persib Bandung Dua Kali Menang di Bali, Robert Rene Albert Sebut Jasa Sosok 'Bli Made'
Bali Selalu menjadi home kami, selalu merasa bagus bermain di sini. Warga di sini bagus
Penulis: Marianus Seran | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kemenangan Persib Bandung 2-0 atas Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali Senin (28/10/2019) benar-benar menjadi tuah bagi tim kebanggaan warga Jawa Barat ini.
Torehan positif Persib Bandung atas Persija Jakarta di laga bertajuk duel El Classico ini menjadi modal berharga bagi skuat asuhan Robert Rene Albert.
Bagaimana tidak, dua kali Persib Bandung bertanding di Stadion Dipta semuanya berakhir dengan kemenangan.
Pertama menang 4-1 atas Persebaya Surabaya dan kedua menang 2-0 atas Persija Jakarta, dalam duel El Clasico Indonesia.
Persib kembali merebut tiga poin dari Persija Jakarta, Persib dengan 31 menggeser Bhayangkara FC dari peringkat 10.
Jalannya pertandingan kontra Persija Jakarta, babak pertama pertandingan berlangsung lambat.
Kedua tim bermain hati-hati.
Dua gol Persib Bandung tercipta di babak kedua.
Gol pertama Persib Bandung tercipta menit 51 lewat aksi solo run Frets Butuan dan diselesaikan dengan shooting keras.
Gol kedua, tercipta lewat Ezechiel NDouassel, memanfaatkan asis Ardi Idrus dari sisi kiri.
Usai ini, Persib Bandung mendapat penalti setelah Ezechiel dijatuhkan di kotak penalti.
Sayang tendangan King Eze melambung di atas mistar gawang Andritany Ardhiyasa.
Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts, menjelaskan, laga dimulai dengan tempo lambat karena kedua tim tak ingin membuat kesalahan.
Memang sedikit terlambat pemain Persib bermain agresif sejak awal laga.
"Dua laga kita bermain jauh dari Bandung. Dua bulan tak bermain di Bandung. Tapi ini kemenangan yang sangat bagus bagi Persib Bandung. Dan juga bagus.Ini juga dedikasi the Real bobotoh, Viking datang ke sini," jelas pelatih asal Belanda ini.
Dia mengatakan, tim akan bermain di Bandung lagi dan kembali bertemu fans Bobotoh dan Viking.
Saat ditanya, dua kali menang di Bali, Robert mengatakan hal itu berkat kiper asal Bali, Made Wirawan.
" Kami punya orang asli di Bali, Bli Made. Apresiasi bagi Made bermain di Bali, dia sangat percaya diri di sini. Dia berjuang untuk memberikan kemenangan kepada Persib.Bali Selalu menjadi home kami, selalu merasa bagus bermain di sini.Warga di sini bagus. Positif efek bagi kami. Terima kasih warga Bali dan Bali United, "katanya.
Terkait eksekusi penalti Ezechiel yang gagal, Robert menjelaskan hal itu merupakan hal wajar, Ezechiel gagal, seperti Ronaldo, Messi juga pernah gagal penalti. Banyak pemain gagal penalti di dunia.
" Nanti kedepan akan training untuk lebih baik. Ezechiel profesional dan respons, terkadang pemain juga harus adaptasi saat mengambil penalti.
Ini semua harus melalui latihan, dan praktek saat pertandingan. Semoga kedepan tidak mis penalti lagi," jelas Eks pelatih PSM Makassar.
Setelah pertandingan, Ezechiel terlihat kecewa dengan fans yang memprotes dirinya gagal penalti.
Usai laga, ia hampiri fans Persib di tribun VIP Utara untuk berkomunikasi. Ia terlihat emosi.
Pelatih Robert Rene Alberts harus ikut untuk menenangkan Ezechiel.
Ia memeluk dan menarik Ezechiel ke banch. Sembari menggeruti Ezechiel berjalan masuk ke ruang ganti.
"Dia mis penalti dan pergi bicara dengan fans, saya lihat dia emosi saat di sana dan saya proteksi pemain saya,
Karena dia terlibat konfrontasi dengan seseorang di tribun penonton," kata Robert Rene Alberts
Alibi pelatih Persija, Pemain Kelelahan
Kekalahan 2-0 atas Persib Bandung di Bali dinilai sang pelatih Persija Jakarta Edson Tavares disebabkan karena pemainnya kelelahan.
Jadwal yang padat membuat pemain Persija Jakarta kesulitan dalam game. Khususnya di posisi bek kiri yang ditempati Rezaldi Hehanussa menjadi sorotan khusus pelatih ini.
Tavares menjelaskan, sangat sulit. Karena setelah finish di Sleman hadapi PSS Sleman, pemain mengalami kelelahan.
"Tentu, 4 minggu bermain 8 Games. Ini sulit bagi kami setelah dari Sleman.
Persib terakhir main tanggal 23 Oktober, mereka dapat rest dan main sekarang.
Persija Jakarta Tidak punya satu hari pun recovery, selama seminggu full bertanding," jelasnya.
Menurut dia, di posisi bek kanan menjadi masalah bagi Persija Jakarta. Rezaldi sangat capek.
"Masalah nya adalah Renzaldi, sangat capek, dia bersama nasional tim, pergi ke UEA setelah itu ke Bali.
Ini bukan asalan. Kami bermain tidak baik. Memang Tidak baik," tegasnya.
Dia menambahkan, kebobolan tim akibat kalah dua kali bola, dan langsung kebobolan dua gol.
"Dan gol pertama, Marko Simic kalah bola, saat dia hilang bola Persib Bandung langsung lawan dengan satu dan dua pemain.
Mereka punya kombinasi dan krosing bola. Sama gol kedua, saat kami kehilangan bola di kiri lewat Novri, pemain Persib krosing dan gol," katanya.
Dia mengatakan, sekarang 11 game berikut adalah final, tim harus kembali percaya diri
"Kami full percaya diri tapi hari ini kalah , kami sudah melakukan yang terbaik dan terbaik, "katanya.
Ryuji Utomo, bek Persija Jakarta, menjelaskan, timnya mengakui kalah tapi harus fokus di laga selanjutnya harus fokus dan bangkit.
"Harus bangkit. Bukan saatnya kita tertunduk. Kalau saya di lapangan berikan maksimal untuk Persija dan tim saya, tak main, saya juga berikan dukungan yang terbaik kepada teman," katanya.
Soal mental pemain, menurut dia semua fokus di lapangan ingin berikan yang terbaik.
" Yang terpenting buat kami adalah doa teman fans, kami ingin berikan yang terbaik, "katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/persib-bandung-vs-persija.jpg)