Dinilai Berpotensi Menodai Kesucian Pura, Pemuda Abang Kritisi Rencana Kereta Gantung di Bangli

Rencana pembangunan wahana wisata cable car atau kereta gantung di kawasan Gunung Abang, Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli terus menuai penolakan

Dinilai Berpotensi Menodai Kesucian Pura, Pemuda Abang Kritisi Rencana Kereta Gantung di Bangli
Tribun Bali/Prima/Dwi S
Ilustrasi kereta gantung 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Rencana pembangunan wahana wisata cable car atau kereta gantung di kawasan Gunung Abang, Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli terus menuai penolakan dari berbagai kalangan masyarakat.

Penolakan kali ini berasal dari pemuda Banjar Dukuh, Desa Abang Batudinding, Kecamatan Kintamani.

Wakil Ketua Sekaa Teruna (ST) Tunas Mekar, Banjar Dukuh, Abang Batudinding, I Wayan Dedi Pranata mewakili komunitasnya menilai, rencana proyek tersebut berpeluang menimbulkan dampak kurang baik terhadap alam dan lingkungan.

Selain itu, rencana proyek yang direncanakan melintasi desanya yang tepat berada di kaki Gunung Abang ditengarai dapat menodai kesucian pura.

"Kami ingin menanyakan, sejauh apa proyek ini akan memberi manfaat, apakah perlu di Kintamani dibangun wahana seperti itu yang memungkinkan pencemaran atau pelecehan terhadap pura yang kami miliki?" tanyanya.

Hal itu ia sampaikan di sela-sela Diskusi Bersama Peradah (DIPA) Bangli #4 yang digelar Dewan Pimpinan Kabupaten Perhimpunan Pemuda Hindu (DPK Peradah) Indonesia Bangli serangkaian Hari Sumpah Pemuda 2019, akhir pekan lalu.

Dedi Pranata mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini pihaknya belum menerima atau mengetahui kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pembangunan proyek tersebut.

Namun, desas-desus pembangunan yang mereka dengar terus menguat, bahkan menurut sejumlah sumber peluang untuk terbangun sangatlah tinggi.

"Yang kami takutkan, pembangunan ini nanti akan berdampak langsung dengan tebing-tebing gunung, yang bisa longsor dan berdampak langsung pada wilayah desa kami, karena lingkungan kami memang sangat rapuh.

Dulu, akibat guncangan gempa bumi saja, tebing kami longsor dan menimbun akses jalan," kisahnya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved