Karyawan Restoran Nyambi Jadi Kurir Sabu-sabu, Arjana Dituntut 13 Tahun Penjara

I Wayan Arjana (38) dituntut pidana penjara selama 13 tahun karena dinilai bersalah karena menjadi kurir narkotik jenis sabu-sabu

Karyawan Restoran Nyambi Jadi Kurir Sabu-sabu, Arjana Dituntut 13 Tahun Penjara
Tribun Bali/Rizal Fanany
Terdakwa Arjana saat menjalani sidang tuntutan di PN Denpasar, Denpasar, Bali, Rabu (30/10/2019). Karyawan Restoran Nyambi Jadi Kurir Sabu-sabu, Arjana Dituntut 13 Tahun Penjara 

Karyawan Restoran Nyambi Jadi Kurir Sabu-sabu, Arjana Dituntut 13 Tahun Penjara

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Wayan Arjana (38) dituntut pidana penjara selama 13 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Denpasar, Bali, Rabu (30/10/2019).

Pria yang berprofesi sebagai karyawan restoran ini dinilai bersalah karena menjadi kurir narkotik jenis sabu-sabu.

Mendengar tuntutan jaksa, Arjana tampak pasrah dan menyerahkan sepenuhnya upaya hukum selanjutnya kepada tim penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar yang mendampinginya.

"Terima kasih Yang Mulia, setelah berdiskusi, kami selaku penasihat hukum mengajukan pembelaan tertulis. Mohon waktu seminggu," ujar Aji Silaban selaku anggota penasihat hukum.

Terhadap permohonan itu, majelis hakim pimpinan Kony Hartanto memberikan waktu seminggu, sehingga sidang akan kembali digelar pekan depan.

Sementara itu Jaksa I Ketut Yasa dalam surat tuntutan menyatakan, terdakwa Arjana secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana menjadi perantara dalam jual beli narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman.

Benarkah Minum Segelas Jus Tomat Setiap Hari Dapat Mencegah Penyakit Jantung?

Anas Boyong Kades Tiru Pengelolaan Sampah Karya Desa di Muncar Binaan NGO Dunia

Sebagaimana dakwaan pertama terdakwa dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Wayan Arjana dengan pidana penjara selama 13 tahun, dikurangi selama menjalani tahanan. Denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan penjara," tegas Jaksa I Ketut Yasa.

Sebagaimana diungkap dalam surat dakwaan, awalnya terdakwa berkenalan dengan Totok (DPO).

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved