Komisi III DPRD Buleleng Datangi 3 Hotel Penunggak Pajak, Akumulasi Tunggakan dari Tahun 2015

Sejumlah anggota Komisi III DPRD Buleleng mendatangi hotel dan restaurant yang masih menunggak pajak daerah

Komisi III DPRD Buleleng Datangi 3 Hotel Penunggak Pajak, Akumulasi Tunggakan dari Tahun 2015
dok. ist.
Komisi III DPRD Buleleng datangi Hotel Melka yang merupakan salah satu hotel yang menunggak pajak, Selasa (29/10/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sejumlah anggota Komisi III DPRD Buleleng mendatangi hotel dan restaurant yang masih menunggak pajak daerah, Selasa (29/10/2019).

Sidak dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Buleleng, Luh Marleni.

Ditemui sesuai kunjungan, Luh Marleni mengatakan, hotel-hotel penunggak pajak yang didatangi yakni Hotel Sunari, Hotel Melka resort, dan Restoran Ulam Segara.

Mereka datang untuk mengklarifikasi terkait adanya tunggakan Pajak Hotel, Restoran (PHR), air bawah tanah dan hiburan dari hotel dan restaurant tersebut.

Dari data yang diperoleh, khusus Hotel Sunari memiliki tunggakan pajak sebesar Rp 1.299.806.853 dengan status SP2.

Kemudian, Hotel Melka diketahui menunggak pajak sebesar Rp 608.604.001 dengan satus SP2.

Dan terakhir, adalah restoran Ulam Segara yang diketahui telah menunggak pajak sebesar Rp 48.181.100 dengan status SP1.

Dari kunjungan tersebut, Luh Marleni menyebutkan, pihak Hotel Sunari mengaku menunggak pajak lantaran pihak hotel saat ini sedang berbenah baik dari manajemen dan keuangan perusahaan.

Akumulasi tunggakan pajak ini memang diakui terhitung dari tahun 2015.

Hal senada sebut Luh Marleni juga disampaikan owner Hotel Melka dan Restoran Ulam Segara, yang mengaku jika kondisi perusahaan sedang dalam kondisi tidak baik.

"Mereka meminta kelongaran waktu pembayaran tunggakan pajak. Dan berkomitmen untuk melunasi hutang pajak tersebut secepat mungkin. Kami dari Komisi III sebelum mengeluarkan rekomendasi akan melakukan pembahasan dahalu. Ini dilakukan, sebelum pihak eksekutif melakukan langkah dalam mencari solusi atas permasalahan tunggakan pajak ini," pungkasnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved