Pertengkaran Orangtua Meninggalkan Luka pada Si Anak, Meningkatkan Stres Bahkan Cemas Berkepanjangan

Pertengkaran Orangtua Meninggalkan Luka pada Si Anak, Meningkatkan Stres Bahkan Cemas Berkepanjangan

Pertengkaran Orangtua Meninggalkan Luka pada Si Anak, Meningkatkan Stres Bahkan Cemas Berkepanjangan
Gisela Niken via Nakita.id
Ilustrasi bertengkar di depan anak - Pertengkaran Orangtua Meninggalkan Luka pada Si Anak, Meningkatkan Stres Bahkan Cemas Berkepanjangan 

Pertengkaran Orangtua Meninggalkan Luka pada Si Anak, Meningkatkan Stres Bahkan Cemas Berkepanjangan

TRIBUN-BALI.COM - Pertengkaran Orangtua Meninggalkan Luka pada Si Anak, Meningkatkan Stres Bahkan Cemas Berkepanjangan

 Konflik memang bagian dari setiap hubungan antarmanusia.

Jika kita sudah berkeluarga, konflik itu pun terkadang muncul di depan anak-anak.

Dulu para ahli parenting mengatakan tidak masalah orangtua bertengkar di depan anak-anak, asalkan si kecil juga melihat orangtua mereka berbaikan lagi setelahnya.

Meski begitu, studi-studi terkini menemukan hal yang berbeda.

Pertengkaran dan sikap permusuhan yang dilihat anak dari orangtuanya akan menimbulkan luka, walau ayah atau ibunya sudah berbaikan lagi.

Tanaya Bed & Breakfast Early Bird Promo

Polda Bali Amankan Pelaku Mafia Tanah Modus Buat SHM Palsu

"Sebenarnya bukan sekadar pertengkaran yang berdampak buruk, tapi cara bertengkarnya. Orangtua yang setiap ada konflik sering saling berteriak berpengaruh paling besar pada perkembangannya," kata psikolog Laura Markham, PhD.

Yang paling nyata adalah mendengar teriakan amarah ayah atau ibunya akan membuat hormon stres mereka meningkat.

Bahkan, anak-anak yang tertidur dan mendengar teriakan pertengkaran orangtuanya hormon stresnya juga naik.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved