Warga Canggu Tolak Eksekusi Pura, Minta Sengketa Tanah Pura Diselesaikan Secara Adat

Ribuan warga dari tujuh banjar adat di Desa Adat Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, mendatangi Kantor Desa Canggu, Selasa (29/10).

Warga Canggu Tolak Eksekusi Pura, Minta Sengketa Tanah Pura Diselesaikan Secara Adat
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
TOLAK EKSEKUSI - Warga Desa Adat Canggu menolak eksekusi Pura Hyang Ibu Pasek Gaduh di Banjar Babakan, Canggu, yang dilakukan di Kantor Desa Canggu, Selasa (29/10/2019). Tampak warga memasang spanduk penolakan, dan aktivitas sejumlah pengempon pura. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA –  Ribuan warga dari tujuh banjar adat di Desa Adat Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, mendatangi Kantor Desa Canggu, Selasa (29/10).

Kedatangan 1.200 kepala keluarga (KK) itu untuk menolak eksekusi Pura Hyang Ibu Pasek Gaduh di Banjar Babakan, Canggu.

Mereka mendesak tempat suci tersebut tidak jadi dieksekusi dan menyerahkan penyelesaiannya secara adat.

Adapun ketujuh banjar adat yang tergabung dalam aksi ini adalah Banjar Adat Canggu, Padang Linjong, Tegal Gundul, Banjar Babakan, Umabuluh, Kayutulang, dan Pipitan.

Aksi unjuk rasa ini dipimpin oleh Bendesa Adat Canggu, I Nyoman Sujapa.

Ribuan warga yang berpakaian adat madya ini berjalan kaki dari masing-masing banjar menuju kantor desa.

Aksi berlangsung damai dan kondusif.

Dalam aksi ini intinya mereka menuntut rencana penetapan eksekusi PK MA RI Nomor 482 PK/Pdt/2018 tanggal 6 Agustus 2018 yang rencananya akan dibacakan oleh Ketua PN Denpasar pada Selasa (29/10) pukul 10.00 Wita di Kantor Desa Canggu dibatalkan.

Adanya aksi ribuan warga ini pun berhasil menunda pembacaan eksekusi.

Bahkan selaku eksekutor dari pihak PN Denpasar tak satupun ada yang hadir di Kantor Desa Canggu.

Halaman
1234
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved