37 Siswa SMA se-Bali Ikuti Lomba Baca Puisi Festival Bali Jani, SMAN 3 Denpasar Sabet Juara Pertama

Kamis (31/10/2019) serangkaian event Festival Seni Bali Jani digelar lomba baca puisi tingkat SMA se-Bali.

37 Siswa SMA se-Bali Ikuti Lomba Baca Puisi Festival Bali Jani, SMAN 3 Denpasar Sabet Juara Pertama
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Pelaksanaan lomba baca puisi tingakt SMA di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Denpasar, Kamis (31/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kamis (31/10/2019) serangkaian event Festival Seni Bali Jani digelar lomba baca puisi tingkat SMA se-Bali.

Lomba ini diikuti oleh 37 peserta dari semua kabupaten/ kota di Bali dan digelar di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Denpasar.

Mereka tampil dengan membawakan satu puisi yang disediakan oleh panitia yakni puisi Amir Hamzah, Umbu Landu Paranggi, Putu Vivi Lestari, Made Adnyana Ole, maupun Subagaio Sastrowardoyo.

Dari hasil penjurian, pemenang dari lomba ini dikuasai oleh Kota Denpasar, dimana juara satu diraih oleh peserta dari SMAN 3 Denpasar.

Top Travel Agent Ukraina Kunjungi Bali, Dukung Promosi Pariwisata Pulau Dewata

Kompleks Elite Kerajaan Majapahit Ditemukan di Mojokerto, Diduga Area Pemujaan 2 Raja Singasari Ini

Pernikahan Mewahnya 3 Bulan Lalu Tinggal Kenangan, Ratu Meta Gugat Cerai Suami Karena Dibeginikan

Salah seorang juri, IBW Widiasa Keniten mengatakan dari semua peserta yang ikut lomba ini sudah tampil dengan maksimal.

Akan tetapi ia juga menyoroti terkait kekurang jelian peserta dalam memilih puisi yang dibacakan.

Hal ini dikarenakan ada beberapa peserta yang memilih puisi tak sesuai dengan kemampuannya.

Semisal seseorang yang berbakat pada puisi yang agak kalem, memilih puisi yang garang sehingga tidak bisa memperoleh rasa puisi yang dibacakan.

"Saya tahu untuk memilih seorang pembaca puisi dari sekian banyak siswa di sekolah memang sulit, akan tetapi yang perlu diperhatikan yakni pemilihan puisi yang dibacakan agar sesuai dengan kemampuan siswa," katanya.

Juri lain, Ni Luh Putu Wulan Dewi Saraswati mengamini perkataan Keniten yang menganggap pembaca puisi yang tampil sebagain besar sudah tampil dengan maksimal.

TRIBUN WIKI - 6 Rekomendasi Warung Gado-Gado di Denpasar

TPID Optimalkan Kerja Sama Antardaerah & Hilirisasi Komoditas untuk Jaga Kestabilan Harga di Bangli

Mulai Esok Pedagang Pasar Badung Resmi Tak Sediakan Kantong Plastik, Begini Komentar Para Pedagang

"Menurut saya hampir 90 persen peserta yang tampil sudah sangat bagus dan bisa menguasai puisi yang dibacakannya," katanya.

Namun wulan menyoroti terkait penggunaan gerak tubuh yang digunakan oleh beberapa peserta yang dianggapnya terlalu berlebihan.

Menurutnya tak semua kata yang ada dalam puisi harus digerakkan.

Selain itu, ia juga meminta kepada pembina agar tak membentuk seratus persen siswa yang ditunjuk membaca puisi.

"Jangan terlalu dibentuk, sehingga mereka akan kehilangan jati dirinya. Seolah-olah yang membaca puisi di panggung adalah pembinanya bukan siswa. Jadinya siswa hanya mewakili pembinanya dan mereka kehilangan jati diri," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved