Gede Suardana Tertusuk Keris, Tusukan hingga ke Paru, Jangan Gunakan Keris yang Telah Jatuh ke Tanah

Gede Suardana Tertusuk Keris, Tusukan hingga ke Paru, Jangan Gunakan Keris yang Telah Jatuh ke Tanah

Gede Suardana Tertusuk Keris, Tusukan hingga ke Paru, Jangan Gunakan Keris yang Telah Jatuh ke Tanah
Keris 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Prosesi ritual Mepik Desa di Pura Segera Batu Telu, Banjar Celagi, Desa Adat Seraya, Kecamatan Karangasem mendadak ramai setelah seorang pemedek tertusuk keris dibagian dada saat ngurek.

Peristiwa nahas terjadi sekitar Pura Segara Batu Telu, Rabu (31/10/2019) malam hari.

Korban yakni Gede Suardana (40) warga Banjar Dins Peninggaran, Desa Adat Seraya, Kecamatan Karangasem.

Ngurah Darma Kabur dari Lapas Karena Sakit Hati, Petugas Tak Menduga Sang Napi Betindak Senekat Itu

Korban merupakan krama pengayah di Desa Adat Seraya.

Kelian Adat Seraya, Made Salin menjelaskan, korban tertusuk keris saat hendak ngurek.

Saat kejadian krama menggelar prosesi meliang atau medewa ayu di sekitar Pura Segara.

Jungkir Balik Hidup Sheila Marcia Mengandung di Sel Tahanan hingga Kembali ke Pulau Dewata

Sebagian pemedek yang mendengar musik kesurupan sembari menari, dan mengurek badannya dengan keris.

"Korban adalah warga yang hendak bersembahyang. Saat itu Suardana tidak sadarkan diri, dan mengambil keris untuk mengurek dadanya. Cuma kerisnya masuk dan mengeluarkan darah di dada. Krama panik saat melihat korban terluka. Keris langsung dicabut pemedek," kata Salin, Kamis (31/10/2019).

Korban dilarikan krama ke Puskesmas Karangasem II lantaran tak sadarkan diri.

Puskesmas merujuk ke RSUD Karangasem lantaran tusukannya cukup dalam, sekitar 5 centimeter.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved