PHRI: Wacana Zonasi Taksi Online Berpotensi Rugikan Pariwisata Bali

Hadirnya taksi online di kawasan Bali telah turut memacu roda perekonomian setempat, terutama di sektor pariwisata

PHRI: Wacana Zonasi Taksi Online Berpotensi Rugikan Pariwisata Bali
IST
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Hadirnya taksi online di kawasan Bali telah turut memacu roda perekonomian setempat, terutama di sektor pariwisata.

Kemudahan akses transportasi menjadikan wisatawan lebih mudah menjangkau tempat-tempat wisata yang terpencil namun eksotik

Rai Suryawijaya, Ketua PHRI Badung, mengatakan di era industri 4.0, kemudahan sarana transportasi kian menjadi kebutuhan masyarakat.

"Termasuk turis Yang datang ke pelosok daerah. Akibat nya, bisnis moda transportasi online menjadi semakin menarik"

Menurut Rai, tak heran masyarakat lokal kini cukup antusias untuk ikut ambil bagian dalam industri ini.
Kondisi ini lanjutnya tentusaja akan memantik persaingan antara taksi online dan offline, sehingga dibutuhkan regulasi Yang pas agar keduanya bisa berjalan dengan baik dan sama-sama menunjang peningkatan ekonomi daerah khususnya Pariwisata di Bali.

Namun demikian, Rai menghakimi,raperda yang menerapkan sistem zonasi taksi online itu bisa berpengaruh pada wilayah serap wisatawan yang ada di tempat-tempat yang dilarang. Karena terbatasnya akses layanan dan kemudahan yg selama ini dirasa kan wisatawan yg biasa menggunakan taksi online.

Salah satu driver taksi online BALI yang enggan disebutkan namanya, membenarkan bahwa tidak semua mereka yg memiliki akses layanan ke seluruh pelosok BALI. Beberapa daerah yang tidak dibolehkan untuk di akses itu antara lain tempat wisata yang kental dengan adat Bali.

“Di tempat-tempat tertentu saja. Di tempat wisata seperti Ubud, Canggu, Nusa Dua, tidak boleh. dikarenakan di sana kental adat istiadatnya. Jika kita melanggar peraturan sana si driver akan dikenakan sanksi. Kalau hukumannya tergantung dari dari datanya, saya tidak bisa memastikan,” terang driver tersebut.

Rai membenarkan jika saat ini ada sistem zonasi di beberapa wilayah di Bali, khususnya hotel-hotel yang telah bekerja sama dengan paguyuban transportasi warga lokal.

Sementara itu, terkait dengan adanya pembatasan operasional taksi online berpelat nomor di luar BALI, driver online tersebut juga membenarkan hal itu. “Di Bali taksi online diutamakan berplat DK semua,” tambah driver tersebut.

Mengenai pembatasan ini, Rai menambahkan, ini untuk tujuan kemudahan Pengawasan. “Kalau itu saya setuju, sehingga akan memudahkan mengetahui identitas. Tapi kalau KTP kan bisa dari seluruh Indonesia, hanya plat kendaraannya yang terdaftar di sini,“ pungkas Rai.

Identifikasi ini juga salah satunya bertujuan untuk memberikan keamanan bagi konsumen. Apalagi menurut Rai, Bali merupakan pulau internasional yang banyak ditinggali wisatawan mancanegara, sehingga penting untuk menjamin keamanan dan kalau perlu dijadikan percontohan terkait SOP keselamatan.

Penulis: Uploader bali
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved