Setelah Pekutatan, Program Ngaben Kolektif Gratis Digelar di Kecamatan Negara

Pemkab Jembrana bersama Majelis Desa Adat ( MDA ) Kabupaten Jembrana kembali menggelar program ngaben kolektif gratis.

Setelah Pekutatan, Program Ngaben Kolektif Gratis Digelar di Kecamatan Negara
( abhi/ humas Jembrana )
Pelaksanaan ngaben kolektif dikecamatan Negara , dikatakan Sudama selaku ketua panitia diikuti total 165 peserta .Untuk upacara Nyekah 70 peserta serta Ngelungah 95 peserta. Selain dihadiri Wabup Kembang Hartawan , juga hadir perwakilan Gubernur Bali yang diwakili Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa I Ketut Adiarsa, sera camat Negara I Wayan Andi Suka Anjasmara. 

Setelah Pekutatan, Program Ngaben Kolektif Gratis Digelar di Kecamatan Negara

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pemkab Jembrana bersama Majelis Desa Adat ( MDA ) Kabupaten Jembrana kembali menggelar program ngaben kolektif gratis.

Setelah sebelumnya digelar di Kecamatan Pekutatan pada Kamis (31/10/2019) digelar di Kecamatan Negara, tepatnya di Desa Kaliakah .

Bantuan sebesar Rp 200 juta diberikan untuk menggratiskan ngaben massal yang dilaksanakan di masing-masing kecamatan.

Bantuan itu akan diprogramkan setiap tahun, sehingga dapat meringankan beban umat, khususnya dalam pemenuhan sarana prasarana ngaben massal.

Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, usai menghadiri upacara ngaben massal di desa adat Kaliakah Kangin Kecamatan Negara, Kamis (24/10/2019), program ngaben kolektif gratis itu dilaksanakan pertamakali tahun 2019 ini yang bertujuan membantu umat.

“Jadi ini program baru tahun ini. Tentunya untuk meringankan beban umat. Kita prioritaskan krama yang harus dibantu. Kita akan laksanakan di tiap kecamatan, dan saat ini sudah terlaksana di Kecamatan Pekutatan serta Kecamatan Jembrana. Untuk kali ini kita selenggarakan di Kecamatan Negara,” ujar Kembang.

Program itu dikatakan Kembang akan berlanjut setiap tahun.

“Gratis tanpa boleh ada pungutan lainnya. Karena Pemkab Jembrana sudah menanggung biaya-biaya seluruhnya, tinggal partisipasi umat secara kolektif mensukseskannya,” ucapnya.

Ditambahkan Kembang, program ini selain meringankan beban umat, juga karena ngaben dan memukur massal ini sudah menjadi tradisi di Jembrana.

“Kalau mengacu pada visi Bapak Gubernur , program ngaben massal ini termasuk atma kertih. Jadi tidak hanya melaksanakan yadnya, jauh dari itu juga akan menguatkan krama Bali. Saling bergotong rotong, warga yang jarang bertemu pada akhirnya bisa akrab, serta menambah persaudaraan," jelas Kembang. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved